;

Selasa, 11 Januari 2011

MEMBUAT SISTEM PENJADWALAN MENULIS


Salah satu kendala yang dihadapi penulis dalam menyelesaikan naskahnya adalah masalah mood. Banyak penulis yang mulai mengoreskan penanya pada saat ia merasa sangat bergairah. Namun ketika ia sedang bad mood ia bisa meninggalkan aktivitas penulisannya begitu saja.

Hanya saja ada penulis yang akhirnya terlanjur tidak menyelesaikan naskahnya hingga bertahun-tahun. Berawal dari kehilangan mood namun berkembang menjadi kemalasan yang berkepanjangan.

Oleh sebab itu ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk dapat memacu Anda untuk konsisten menulis.:

1.Umumnya para jurnalis mampu menulis dalam berbagai kondisi. Alasannya karena mereka harus menyelesaikan sejumlah tulisan tepat waktu. Jika mereka tidak menyelesaikan tugasnya dengan baik maka akan berdampak pada penghasilan mereka. Barangkali kita bisa menerapkan prinsip kerja para jurnalis dengan menetapkan target penyelesaian naskah. Anggaplah bahwa Anda memiliki waktu dead line, misalnya “Pada Bulan 3 Desember 2011 saya akan menyelesaikan naskah saya”.

2.Buatlah jadwal dan target mingguan Anda. Ada baiknya Anda menentukan waktu Anda menulis dan target halaman atau bab yang harus Anda tuliskan. Jadi Anda bisa menetapkan jika waktu menulis Anda adalah setiap hari Jumat malam 20.00 sd 22.00 dan Sabtu 08.00 sd 11.00. Dan Anda bisa menyusun jadwal ini dalam bentuk matriks.

3.Selain Anda perlu menentukan jadwal untuk menulis Anda juga harus menetapkan waktu Anda untuk mengumpulkan materi dan mencari aspirasi penulisan. Jadi Anda bisa memilih waktu misalnya setiap hari minggu jam 12.00 sd 14.00 adalah waktu untuk membaca buku dan mencari materi pendukung di internet atau sumber-sumber lain. Sehingga ketika Anda menulis banyak hal yang bisa Anda tuangkan.

4. Dalam menyusun target sebaiknya Anda harus mendasarkan kepada kemampuan Anda. Atau harus realistis. Namun jika Anda bisa menyelesaikan lebih cepat dari target Anda, maka Anda bisa mempersingkat waktu penyelesaian untuk naskah selanjutnya. Jika terlalu sulit meraih targetnya mungkin Anda bisa mempertimbangkan untuk menurungkan target Anda.

Dengan membuat target dan jadwal sedemikian maka Anda lebih tertuju pada apa yang ingin Anda capai. Walaupun mungkin tidak selalu dengan mudah mengalahkan mood,namun cara ini bisa membuat Anda lebih konsisten dalam menulis.

Kamis, 06 Januari 2011

SAYA JADI PENULIS!!!!!


“Terima kasih pak, saya sudah menjadi penulis. Buku saya sudah terbit oleh bimbingan Bapak”, demikian ungkapan salah satu bimbingan saya, setelah sebelumnya ia tidak menyangka bahwa ia kelak bisa menjadi penulis.

Demikian juga komentar salah seorang pengusaha yang bukunya sukses menembus penerbit, “ Anda membuat seolah-olah menerbitkan buku menjadi mudah”.

Banyak orang yang kemudian menanyakan, apakah rahasia Anda menelurkan banyak penulis pemula? Bagaimana naskah yang diserahkan pada Anda setelah ditolah oleh penerbit berulang kali, bisa Anda kemas dan sukses diterbitkan?

Rahasianya adalah pengalaman. Saya telah menerbitkan hampir 20 buku dalam waktu 3 tahun, dalam berbagai bidang, filsafat, Psikologi, marketing, Pertanian dsb. Dan ini membuat saya mengenal banyak penerbit dan mengetahui naskah seperti apa yang mereka butuhkan.

Selain itu melalui observasi berbagai jenis buku yang terbit dan tingkat penjualan buku-buku saya, maka saya kemudian mengetahui tema-tema seperti apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh pembaca buku di Indonesia. Dan seperti apa pola penyajian naskah yang disukai kebanyakan orang.

Jadi sense of writer yang sebenarnya saya tularkan kepada orang lain. Saya hanya mengajarkan penulis pemula untuk melakukan apa yang lakukan ketika saya menulis buku dan sukses menembus penerbit. Sebuah pengetahuan yang mungkin saya kuasai dalam waktu yang tidak singkat, dengan berbagai kegagalan.

Bagaimanapun saya juga pernah merasakan bagaimana naskah-naskah saya ditolak, mendapatkan kritik dari penerbit. Sampai saya terus mengembangkan kemampuan saya hingga saya mengetahui hal-hal yang penting dilakukan penulis. Seperti menentukan tema yang menarik, membangun outline yang baik, membuat tulisan yang memikat mata pembaca dan pengemasan naskah yang apik. Jadi melalui bimbingan yang saya berikan hal ini yang kemudian saya tularkan.

Walaupun demikian tidak semua bimbingan saya bisa meraih sukses untuk mendapatkan gelar sebagai penulis. Beberapa diantaranya gagal meskipun saya sudah membagikan apa yang saya ketahui. Masalahnya terletak pada motivasi. Kebanyak dari mereka adalah orang yang bersemangat di awal namun kemudian meninggalkan kegiatan menulisnya hanya dengan alasan sibuk, banyak pekerjaan dsb…

Namun bagi penulis yang sukses menerbitkan buku mereka mendapatkan manfaat lebih dari yang mereka bayangkan. Salah satu dari bimbingan saya meraih keuntungan dari berbagai undangan pembicara di berbagai seminar. Belum lagi ada beberapa penulis lainnya yang sukses menjual produk dan jasa yang ia promosikan tidak langsung di bukunya. Namun kebanyakan manfaat yang tidak terduga tersebut adalah berupa akselerasi karir dan popularitas karena dengan menulis buku mereka bisa menyebarkan pemikirannya dan bagi yang tertarik dengan ide-idenya akan mendaulatnya sebagai pakar atau tokoh idola.

Tentu tujuan saya melakukan ini adalah untuk mewujudkan visi saya melahirkan 100 orang penulis dalam waktu 3 tahun. Semoga impian ini bisa saya raih.

Bagi Anda yang ingin menjadi Bimbingan saya dengan SISTEM KERAS, silahkan menghubungi langsung ke nomor saya 085925077652, namun saya hanya menerima tidak lebih dari 5 orang.

Rabu, 05 Januari 2011

MENGUBAH KISAH HIDUP MENJADI BUKU


Ternyata tidak hanya pengetahuan saja yang layak dijadikan sebuah buku. Pengalaman hiduppun dapat dituangkan menjadi sebuah buku. Konon novel Laskar Pelangi didasarkan pada pengalaman hidup masa lalu Andrea Hirata di Pulau Belitung. Atau buku Anne Frank: The Diary of a Young Girl diabadikan dari buku harian seorang gadis remaja yang ikut menjalani penyiksaan Nazi Jerman di Holocaust.

Tidak semua pengalaman Anda layak dibukukan. Tentu sebaiknya Anda memilih sesuatu dari kehidupan Anda yang bisa memberikan inspirasi, motivasi dan solusi bagi orang lain. Misalnya saja pengalaman setiap hari pergi ke kantor Anda tuliskan dipastikan tidak akan menarik pembaca. Karena pengalaman seperti itu juga dialami oleh banyak orang dan tidak ada hal yang unik di dalamnya.

Namun berbeda dengan pengalaman yang tidak biasa. Misalnya Anda berasal dari keluarga yang kurang mampu namun mampu mengembangkan karir Anda hingga meraih sukses luar biasa. Tentu banyak orang yang ingin tahu bagaimana pengalaman Anda meraih sukses tersebut. Apa keputusan yang Anda ambil? Bagaimana cara Anda mengembangakan dan memotivasi diri Anda?

Atau mungkin pengalaman tersebut yang tidak menyenangkan, misalnya berada ditengah konflik. Pengalaman tidak biasa ini selain menggugah juga bisa mengingatkan pembaca Anda bahwa kehidupan ditengah konflik itu tidak menyenangkan. Oleh sebab itu penting bagi setiap orang untuk menjaga kerukunan.

Tentu Anda banyak kisah hidup yang bisa Anda tuliskan dan memberikan inspirasi bagi orang banyak. Tinggal Anda memilih hal yang yang layak Anda tuliskan.

Format penulisan untuk sebuah pengalaman hidup bermacam-macam. Bisa berupa autobiografi, berbentuk jurnal harian, atau berupa buku how to dimana contoh-contohnya Anda ambil dari pengalaman hidup Anda sendiri.

Oleh sebab itu coba amati sesuatu dari kehidupan Anda, barangkali Anda memiliki sesuatu dari pengalaman Anda yang bisa Anda tuangkan menjadi sebuah buku.

Senin, 03 Januari 2011

MEMBUAT TULISAN BERSIFAT OPINI


Untuk membuat tulisan opini maka Anda harus memiliki kemampuan membuat tulisan yang bersifat argumentasi, dimana Anda memiliki sebuah pandangan yang ingin Anda pertahankan. Apalagi jika Anda ingin menguggah pandangan yang tengah berkembang di tengah-tengah masyarakat. Misalkan Anda memiliki pandangan bahwa “Indonesia seharusnya menjadi negara superpower”, dan ini tentu bertolak belakang pada kenyataan bahwa Indonesia masih menjadi negara yang morat marit. Maka ketika akan menuangkannya ke dalam tulisan maka anda akan berusaha menunjukkan bagaimana pandangan Anda itu benar.

Mengapa tulisan demikian akan lebih berbobot karena tulisan tersebut menunjukkan posisi Anda, cara pandangan Anda terhadap sebuah persoalan yang dihadapi manusia. Sekaligus menunjukkan bagaimana kemampuan Anda mengembangkan argumentasi berdasarkan fakta-fakta yang mungkin Anda ketahui dan tidak ketahui banyak orang. Serta menunjukkan kemampuan Anda melakukan analisa mendalam.

Buatkan tesis Anda

Langkah pertama tentunya dengan membuat tesis (pandangan )yang ingin Anda pertahannya dalam tulisan Anda. Pandangan ini biasanya akan Anda munculkan di pendahuluan tulisan Anda atau pada alinea awal.

Cara mudah untuk menentukan tesis atau pandangan adalah dengna terlebih dahulu mengajukan pertanyaan yang ingin dijawab. Tentunya adalah pertanyaan yang bersifat filsafat dan bukan pertanyaan yang sebetulnya dijawab oleh penelitian ilmiah. Misalnya “Apakah penerapan teknologi cloning bisa diterima secara moral?, merupakan pertanyaan filsafat dan bukannya “ Apakah cloning terhadap manusia mungkin dilakukan dengan menggunakan jaringan rambu? Karena pertanyaan ini lebih mungkin dijawab melalui sebuah proses penelitian.

Ada beberapa kriteri tesis yang baik:

Pertama ini bersifat spesifik dan menunjukkan posisi Anda. Pertanyannya adalah apakah aborsi bisa diterima secara moral Misalnya “Menurut pandangan saya bahwa dalam bentuk janin seseorang sudah memiliki hak untuk hidup sehingga aborsi adalah tindakan yang tidak bisa diterima secara moral. Disini jelas secara spesifik anda menujukkan ketidaktidaksetujuan dengan aborsi dan argumennya. Sedangkan contoh tesis yang kurang baik misalnya saja “ Saya akan mendiskusikan beberapa bentuk ketidaksetujuan terhadap relavisme moral” namun Anda tidak menujukkan apakah anda setuju atau tidak dengan relavisme moral.

Kedua, Tesis dan pandangan yang ini anda pertahannya sesuai dengan target tulisan yang ingin anda tulis. Jadi jika ingin membuat tulisan berupa artikel 10 lembar barangkali terlalu singkat jika tesis yang ingin yang ada pertahankan adalah “Kebenaran empirisme adalah sesuatu yang mustahil”. Karena untuk mempertahankan tesis ini anda barangkali harus membuat buku ratusan lembar. Akan lebih baik jika Anda memilih sebuah ulasan tentang “apakah etanasian secara sukarela dapat diterima secara moral?”.

Ketiga, tesis yang dipertahankan merupakan pandangan yang menimbulkan pro dan kontra Misalnya “ Membiarkan orang mati kelaparan adalah tindakan yang tidak bermoral” adalah sebuah tesis yang kurang menarik untuk diperbahas karena semua orang sepakat bahwa hal tersebut negative. Mungkin akan lebih menarik jika tesisnya berupa“ Mengorbankan sekelompok masyarkat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas merupakan tindakan yang tidak etis”.

Setelah jelas tesis Anda maka susunlah pandangan anda tersebut disertai dengan argument pendukungnya. Artinya anda harus menunjukkan alasan mengapa anda setujua dengan pendapat tersebut. Misalnya anda memiliki pandangan Aborsi adalah tindakan bermoral dengan argument karena pada janin adalah juga manusia yang memiliki hak untuk hidup.

Setelah Anda telah memiliki sebuah tesis dan sebuah argument yang mendukungnya mulailah menyusun tulisan Anda. Misalkan tesis Anda Aborsi adalah sebuah tindakan yang tidak bermoral. Maka yang perlu anda lakukan mempertahankan tesis Anda, dan argument anda perlu juga Anda perkuat. Jika argument anda adalah bahwa janin juga merupakan manusia yang telah memiliki hak. Maka inipun perlu anda dukung dengan berbagai data-data ilmiah tentang mengapa janin sudah dapat dikatakan sebagai manusia.

Demikian halnya dengan pandangan Anda bahwa hak hidup adalah sesuatu yang melekat pada kehidupan manusia. Maka anda juga perlu mendukung pandangan ini dengan berbagai kutipan, atau sebuah argument. Intinya ketika anda membeberkan tesis anda maka anda memiliki posisi yang kuat.

Mulai membangun tulisan
Untuk langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah melakukan brainstorming dan research. Brainstroming adalah anda mencoba memikirnak masalah yang Anda bahas dan benarkan Anda yakin dengan tesis Anda? Atau apa saja yang muncuk ketika anda coba memikirkan topic yang akan anda bahas. Setelah itu tuliskan hal tersebut.

Sedangkan research adalah bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau pandangan yang terkait dengan topic yang akan anda kembangkan. Anda bisa mengutip dari hasil-hasl penelitian atau dari pandangan-padangan yang bersifat filosofi, untuk mendukung dasar argument anda.

Setelah itu mulaiha membangun tulisan Anda, dimana tulisan filsafat terdiri dari 3 bagian yakni, pembukaan, badan dan penutup.

Bagian pembukaan merupakan pengantar terhadap topic yang akan Anda bahas. Tujuannya untuk memudahkan pembaca untuk memahami tulisan Anda selanjutnya. Adapun termasuk pada bagian ini tesis yang ingin Anda pertahankan. Serta menjelaskan mengapa permasalahan dan tesis Anda perlu untuk dibahas lebih lanjut

Saya coba mengulas tentang aborsi yang menjadi polemic akhir-akhir ini. Apakah aborsi boleh dilakukan dengan tujuan praktis atau tidak. Namun menyangkut persoalan tersebut ini saya berada pada kubu yang menolak legalitas aborsi. Karerna hal tersebut menyangkut penghormatan hak manusia yang belum mampu berkomunikasi kepada kita…

Sedangkan untuk bagian badan tulisan berisikah hal-hal antara lain (1) pandangan-pandangan anda, konsep maupun terhadap topic yang ingi diskusikan, (2) argument anda terkait dengan tesis yang ingin anda pertahankan (3) Kritik atau pandangan yang bertilak belakang dengan pandangan anda serta respon Anda terhadap hal tersebut.

PAda masimg-masing alinea sebaiknya hanya memunculkan sebuah ide atau sekumpulan ide yang berkaitan. Sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami pandangan dan argument anda secara bertahap. Dimana setiap badan paragraph adalah sebuah langkah

Sedangkan pada bagian kesimpulan Anda menekankan kembali tesis dan argument anda namun jangan seperti mengcopy kata-kata Anda di bagian pendahuluan. Pada bagian ini Anda berusaha melakukan usaha terakhir untuk meyakinkan pembaca anda bahwa pendapat Anda cukup masuk akal untuk diterima karena memiliki landasan argument yang logis. Disamping itu andapun dapat menambahkan bagian ini dengan keterbatasan argument atau implikasi yang mungkin jika pandangan Anda diteruma secara luas..

Sabtu, 01 Januari 2011

Jumat, 31 Desember 2010

BAGAIMANA SAYA MENCIPTAKAN SEORANG PENULIS


Saya menyadari luar biasanya sebuah ungkapan penerimaan bagi seorang penulis. Kadang banyak orang bertanya, apa rahasia Anda menciptakan penulis2 baru. Tentu bukan teknik penulisan yang saya ajarkan yang membuat mereka bisa menciptakan karya, karena itu bisa mereka pelajari sendiri tanpa harus belajar dari saya.

Namun yang sering mengejutkan saya adalah perkataan sederhana " bahwa tulisan Anda luar biasa” “ Anda ternyata punya bakat” dsb yang saya sampaikan dengan jujur ternyata itu lebih berarti besar bagi mereka. Penerimaan dari sayalah yang mendorong mereka untuk menciptakan image baru dalam diri mereka “ bahwa saya layak menjadi seorang penulis”. Meskipun perkataan itu kadang masih saya harus lanjutkan berbagai saran. Namun sebuah penerimaan mampu menghidupkan sebuah motivasi dalam diri mereka.

Tentu saya tidak bermaksud memuji-muji seseorang agar ia melambung tinggi. Namun saya selalu memiliki keyakinan bahwa setiap orang sesungguhnya dilahirkan menjadi seorang penulis hebat. Saya saya mengatakan sebuah penerimaan kepada setiap calon penulis karena memang mereka sudah memiliki potensi untuk menjadi seorang penulis. Perbedaannya hanya kemauan mewujudkannya atau tidak. Atau berkeyakinan bisa mencapainya atau tidak. Karena menulis adalah kemampuan yang terbentuk karena diasah terus menerus.

Demikianlah rahasia saya menciptakan penulis-penulis yang tidak dikenal menjadi dikenal. Sesungguhnya apa yang dibutuhkan kebanyakan dari mereka adalah motivasi dan sebuah keyakinan baru “ bahwa saya adalah seorang penulis”.

Semoga tulisan ringan ini bisa menginspirasi Anda. SELAMAT TAHUN BARU 2011

Rabu, 22 Desember 2010

MENJADI WRITERPRENEUR


Tentu kebanyakan dari penulis di Indonesia adalah orang-orang yang berharap kiriman royalty sebagai sumber pemasukannya. Dan jika si penulis tidak beruntung mendapatkan kesempatan best seller untuk karyanya mungkin penghasilan dari royalty itu juga tidak terlalu besar.

Kenyataannya tidak semua buku apalagi non fiksi mampu terjual hingga 3000 exp dalam satu tahun. Belum lagi ini diperparah tingginya tingkat pembajakan di Indonesia,khususnya buku-buku yang popular dan buku wajib, membuat jumlah buku resmi yang terjual menjadi sedikit.

Konon pengarang buku laris “Laskar Pelangi” Andrea Hirata mengakui dampaknya pembajakan buku yang ditulisnya. Sampai-sampai ia mendapati buku yang hendak ditandatanganinya saat peluncuran adalah buku bajakan.

Saya yakin tidak banyak orang yang berani memilih profesi penulis yang sifatnya freelance sebagai gantungan hidup. Pasalnya dalam benak banyak orang, pekerjaan ini tidak memiliki prospek. Apakah menjadi penulis bisa mensejahterakan?

Mungkin kenyataanya demikian. Bayangkan saja seorang pengarang,sastrawa ternama, NH Dini juga harus mengeluhkan kecilnya royalty yang didapatnya dari sekian banyak bukunya sehingga untuk biaya berobatpun harus minta bantuan teman-temannya. Hal ini tentu berbeda sekali dengan para pengarang di luar negeri yang bisa hidup mapan hanya dari menulis buku.

Hanya saja tidak banyak orang yang menyadari bahwa kemampuan menulis tersebut bisa untuk menciptakan pundi-pundi uang Anda. Bagi seorang entrepreneur sebuah sampah saja bisa disulap menjadi barang bernilai. Sebuah tari-tarian primitif bisa dikirimkan hingga ke luar negeri menjadi sebuah pangelaran seni tingkat tinggi. Apalagi tidak semua orang memiliki kemampuan membuat tulisan yang menarik dan di sisi lain sebuah tulisan ini berguna dalam banyak hal. Sebuah tulisan bisa digunakan untuk membuat proposal, surat penjualan, kontrak kerja, mengabadikan sejarah kehidupan orang, menyimpan pengetahuan dsb.

Bahkan seorang pakar belum sah kepakarannya jika ia tidak memiliki karya tulis. Dalam setiap acara pengukuhan professor akan selalu disebutkan berapa karya tulis yang dihasilkan oleh sang kandidat. Setiap orang yang ingin mendapatkan gelar akademik diwajibkan menuliskan sebuah karya akhir.

Demikian juga dengan penawaran dan permohonan bisnis. Meskipun Anda sudah mengatakan secara lisan produk dan layanan yang Anda milik pada salah satu manajer di sebuah perusahaan namun penawaran dianggap tidak resmi sebelum Anda membuatnya secara tertulis. Boleh dikatakan aktivitas tulis menulis adalah sebuah yang dibutuhkan dalam berbagai bidang, baik akademik, hubungan sosial atau bisnis. Menariknya, tidak banyak orang yang tidak memiliki kemampuan membuat sebuah tulisan yang baik.

Melihat kondisi tersebut seorang penulis yang juga berjiwa entrepreneur bisa mengolah kemampuannya tersebut dan memanfaatkannya untuk meraih keuntungan yang lebih besar dari sekedar mendapatkan royalty. Ia bisa menciptakan jasa-jasa derivate yang memberikan value yang lebih tinggi bagi penggunanya. Dan hal ini yang akan dmembedakan seorang penulis biasa dengan seorang writerpreneur.