;

Sabtu, 14 April 2012

Membuat Tulisan Web yang Memikat


Salah satu syarat agar Anda bisa menjual produk, jasa atau keahlian Anda melalui website atau blog, adalah dengan terlebih dahulu menarik banyak orang berkunjung ke situs Anda. Tidak ada manfaatnya, sebuah situs yang dirancang dengan aplik dan dilengkapi berbagai fitur menarik namun minim pengunjung .

Lalu bagaimana caranya mendatangkan banyak orang berkunjung ke situs Anda?

Tidak lain adalah dengan mengisi situs Anda dengan informasi yang menarik. Atau dengan kata lain Anda harus menampilkan artikel-artikel menarik dalam web atau blog Anda.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara membuat tulisan yang memikat?

Agar menarik banyak orang berkunjung ke situs Anda, sebaiknya tulislah artikel yang ringan, atau bersifat how to . Misalnya Anda ingin mempromosikan kepakaran Anda sebagai ahli keuangan, buatlah tulisan tentang cara menyusun buku keuangan sederhana, atau cara melakukan audit internal.

Tulisan tersebut sebaiknya simple, mudah dipahami . Pasalnya tulisan seperti itu relatif dibutuhkan banyak pembaca dibandingkan tulisan yang bersifat teknis.

Artikel tersebut tidak perlu terlalu panjang. Dengan 3 alinea saja sudah cukup, plus dengan kalimat yang pendek. Sebaiknya gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami serta hindari penggunaan istilah teknis. Lalu lengkapi dengan judul yang menarik perhatian.

Dengan membuat tulisan sedemikian maka akan banyak orang yang tertarik membacanya lalu mengakses situs Anda. Sebaiknya buatlah tulisan seperti ini setiap hari atau setidaknya berkala, misalnya 3 x seminggu atau 4 x seminggu.

Manfaatnya adalah, dengan semakin banyak orang yang mengakses situs Anda untuk membaca artikel yang Anda pajang, akan sangat mungkin blog atau website Anda terlist pada hasil pencarian teratas oleh search engine seperti google, atau yahoo.

Atau orang yang berulang kali mengunjungi situs Anda dan mendapatkan manfaat dari tulisan-tulisan Anda sangat mungkin menjadi calon konsumen Anda. Pasalnya orang baru akan membeli produk atau menggunakan jasa Anda umumnya setelah kunjungan ke 7 menurut Joe Vitale, pakar marketing online.

Jumat, 13 April 2012

Menerbitkan Sendiri Vs Menembus Penerbit


“Pak, apakah saya harus menerbitkan buku dengan biaya sendiri atau berjibaku mendapatkan penerbit yang bersedia mempublish karya saya?”, tanya salah seorang bimbingan.

Untuk menentukan pilihan terbaik, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebagai pertimbangan.

Apabila Anda memiliki dana yang cukup, sering diundang menjadi pembicara seminar, dan buku Anda lebih menjadi produk yang dijual, ada baiknya Anda menerbitkan secara indie. Buku-buku Mario Teguh sepanjang pengetahuan saya tidak diterbitkan oleh penerbit besar .

Namun jika dana Anda terbatas, dan Anda masih sedang membangun brand Anda sebagai pakar, ada baiknya Anda berupaya menembus penerbit besar. Mengapa demikian?

Jika buku Anda diterbitkan oleh sebuah penerbit besar tanpa mengeluarkan biaya apapun, maka waktu yang diperlukan dari pengiriman naskah hingga cetak cukup lama, bahkan tahunan. Selain itu Anda hanya akan mendapatkan sharing 10 persen dari hasil penjualan buku Anda.

Hanya saja, penulis yang sukses menembus penerbit ternama akan mudah dianggap sebagai seorang pakar. Kelebihan lain dari penerbit besar adalah, buku Anda terdistribusi secara luas ke seluruh toko buku di Indonesia dan dengan waktu pajang yang relatif lama.

Kalau Anda menerbitkan secara indie, maka Anda harus mengeluarkan biaya untuk menerbitkan buku . Penerbit indie tidak selalu memiliki jaringan distribusi sebaik penerbit besar dan kadang harus bekerjasama dengan distributor.

Namun dengan membiayai sendiri maka proses penerbitan bisa lebih cepat, dan sharing profit yang bisa Anda peroleh jelas lebih besar.

Jadi memilih menerbitkan buku sendiri atau mencari penerbit yang mau mempublish karya Anda memiliki plus minus. Oleh sebab itu keputusan terbaik tergantung pada orientasi Anda .

Senin, 16 Januari 2012

Memperkenalkan Konsep Baru Bagi Pembaca


Anda ingin menjadi pakar? Maka strategi yang bisa Anda jalankan adalah menciptakan konsep baru dan menyebarluaskannya melalui publikasi, salah satunya dengan menulis buku. Misalnya Anda ingin memperkenalkan konsep “Terapi Puisi”, maka Anda menuliskannya menjadi buku. Jika pembaca Anda tertarik dengan konsep ini sangat mungkin Anda dianggap sebagai pakar “Terapi Puisi”.

Namun apakah dengan menulis buku dan menerbitkannya maka dengan mudah Anda bisa mendapatkan pembaca? Tentu tidak. Apalagi jika Anda menawarkan sesuatu yang baru yang mungkin kebanyakan orang tidak lazim.

Jadi strateginya, sebaiknya Anda jangan menuliskan buku yang sifatnya teknis dan berisi informasi yang mendalam. Apalagi jika buku tersebut cukup tebal hingga lebih dari 200 lembar. Dipastikan akan sedikit orang yang mau membeli buku Anda. Karena calon pembaca Anda akan berpikir, untuk apa membayar mahal untuk sesuatu yang dianggap tidak biasa.

Lebih baik tuliskan buku yang sifatnya pengantar. Jika perlu diterbitkan dalam bentuk buku saku atau handbook. Artinya jika dipasarkan harganya tidak terlalu mahal dan mudah dipahami. Lalu gunakan judul yang menarik, misalnya “Rahasia Sehat Jiwa dengan Terapi Puisi” dan resume buku Anda di halaman belakang yang menimbulkan penasaran.

Dengan melihat judul buku itu maka calon pembaca Anda akan melirik. Lalu membaca penjelasan tentang isi buku ini di halaman belakang. Jika ia tertarik selanjutnya ia lihat label harga. Jika ternyata hanya Rp. 20.000,- atau cukup murah, maka ia tidak perlu mengeluarkan dompet untuk membeli buku melainkan mengambil uang dari sakunya.

Setelah buku mendapat penerimaan luas selanjutnya Anda dapat menuliskan buku panduan yang lebih teknis. Namun bagimana Anda bisa mengetahuinya? Caranya adalah dengan mencantumkan email, nomor yang bisa dihubungkan atau alamat jejaring social. Lalu lihat apakah ada orang yang menghubungi Anda. Jika ada maka itu adalah indikator jika karya Anda diterima.

Ada baiknya, selain menulis buku, Anda juga bisa menngkampanyekan konsep baru Anda melalui internet dengan menulis di blog atau website. Dan ini juga akan sangat membantu Anda ketika menerbitkan buku pertama Anda. Karena setidaknya sudah ada beberapa orang yang sudah mengenal sekilas tentang konsep yang Anda tawarkan.

Minggu, 15 Januari 2012

Apakah Saya Berbakat?


Ketika mengetahui jumlah buku yang sudah saya hasilkan, dan berapa banyak penulis yang berhasil saya bimbingan hingga naskahnya menembus penerbit, banyak orang, seketika itu, mengacung jempol. Seraya memuji saya dengan ungkapan “ Anda benar-benar luar biasa”. Atau “Anda sungguh-sungguh berbakat”.

Benarkan demikian. Apakah benar saya memiliki hal yang berbeda dari banyak orang, yang memungkinkan saya meraih sukses dalam dunia penulisan?

Tidak banyak orang yang tahu ‘bagaimana kemampuan menulis saya 8 tahun yang lalu’. Berbeda dengan cerita tentang para penulis yang kadang disebutkan sudah memperlihatkan bakatnya menulis sejak kecil. Saya sepertinya tidak punya kejadian istimewa pada anak-anak yang meyakinkan saya memiliki bakat menulis.

Saat sekolah “mengarang” menjadi aktivitas yang paling tidak menyenangkan yang berlanjut hingga saya duduk dibangku kuliah. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana teman-teman saya bisa membuat artikel hingga puluhan lembar dengan mudah.Padahal bagi saya pada saat itu, menulis 1 lembar sudah merupakan perjuangan berat.

Dulu, bahkan, saya adalah penulis yang buruk. Nilai essay saya jarang meraih hasil yang memuaskan ketika kuliah. Jika harus menulis maka saya akan memperbanyak penggunaan kata penghubung untuk memenuhi kertas, penjelasan tidak runut dan sulit dimengerti. Bahkan tulisan pertama yang ingin saya publish tidak layak diterbitkan, bahkan di majalah internal organisasi kampus

Lalu bagaimana saya kemudian memutuskan menjadi penulis?

Semua itu berawal dari kecintaan saya membaca buku sejak kuliah. Uniknya saya lebih suka membaca buku diluar bidang keilmuan yang sedang saya geluti.

Saya terobses menjadi pakar di bidang yang saya pelajar secara otodidak tersebut. Namun sejenak saya berpikir, bagaimana kelak saya bisa diakui menjadi pakar dalam suatu bidang itu meskipun saya tidak pernah mempelajarinya melalui pendidikan formal.

Pada saat itulah saya punya pandangan, khususnya dari beberapa buku yang say abaca, bahwa orang bisa menjadi pakar jika ia menuliskan apa yang ia ketahui. Lalu saya memutuskan ingin menjadi penulis.

Apa yang saya lakukan kemudian? Saya membaca sejulah buku tentang menulis, saya mencoba membiasakan menulis setiap hari dengan topik-topik sederhana menyangkut pengalaman saya sendiri. Lalu sayapun mencoba membuat tulisan tentang bidang-bidang yang saya pelajari secara otodidak.

Hasilnya, tentu tidak memuaskan. Bahkan ketika saya menunjukkannya pada seorang jurnalis, seketika itu tulisan saya dipenuhi coretan. Namun saya tidak putus asa. Setiap hari saya belajar menulis. Dan saya bisa melihat bagaimana semakin sering saya menulis, semakin bagus tulisan saya.

Hasilnya, dengan melakoni kebiasaan ini, beberapa tahun kemudian saya berhasil menerbitkan buku pertama saya.

Jadi jika saya kemudian ditanyakan, bagaimana saya bisa menjadi penulis? Saya tidak pernah yakin hal ini diakibatkan bakat yang dimiliki.

Selama puluhan tahun saya menganggap menulis adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan. Namun, ketika saya memutuskan ingin menjadi penulis dan bekerja keras, sayapun bisa mewujudkan impian tsb.

Itu sebabnya saya meyakini bahwa siapa saja bisa jadi penulis asal 1) punya impian dan hasrat yang tinggi menjadi penulis, 2) mau berlatih menulis secara terus menerus dan 3) belajar menulis dari buku atau dari narasumber scara langsung.

Rabu, 11 Januari 2012

Menulis Harus Menyenangkan


Mengapa banyak penulis yang begitu bersemangat pada awal akan menulis, lalu loyo dipertengahan jalan?

Salah satu penyebabnya, mereka menjadikan menulis sebagai aktivitas berat ibarat kerja rodi yang harus selesai tepat waktu. Anda mustahil menulis hingga karya Anda tuntas jika Anda tidak menikmati prosesnya.

Bayangkan saja, untuk menyelesaikan naskah hingga ratusan lembar yang berisikan ribuan kata, butuh waktu menulis dalam panjang. Jelas Anda harus memiliki passion ketika menulis.

Oleh sebab itu Anda harus menjadikan menulis sebagai aktivitas menyenangkan. Tentu bagaimana caranya?

Ekpsresi Diri
Sederhana, Anda harus menjadikan menulis sebagai aktivitas untuk mengekspresikan diri. Ini berbeda jika Anda harus menulis dengan cara yang bukan diri Anda.

“Saya ingin menulis seperti Hermawan Kertajaya”, ungkap seorang penulis.

Tentu tidak ada salahnya. Namun ketika Anda menulis dengan cara yang bukan diri Anda, maka akan menghambat energy kreatif diri Anda yang berakhir pada kelelahan psikologis, ditandai dengan kemandekan ide, malas ditengah jalan dsb.

Lalu bagaimana agar Anda menikmati proses penulisan dan kelelahan psikologis?

Sebelum saya menjelaskan, saya coba mengajukan pertanyaan sederhana. Apakah Anda bisa membedakan teman-teman Anda berdasarkan cara mereka berbicara?

Tentu jawabannya saya yakin, ya. Mungin ada rekan yang memilih menggunakan bahasa yang tidak to the point ketika menjelaskan sesuatu. Namun ada juga yang lebih blak-blakan.

Pilihan kata yang mereka gunakan juga berbeda-beda. Anda yang suka menggunakan kata “aku”, “saya”, “kita” untuk menunjukkan dirinya, dsb. Dan Anda bisa menilai kepribadiannya berdasarkan cara mereka berbicara dan menggunakan bahasa.

Artinya cara kita berbicara sesungguhnya mencerminkan karakter kepribadian kita.

Lalu apa kaitannya dengan menulis?

Jelas ada. Agar Anda bisa mengekspresikan diri melalui tulisan, menulislah dengan bahasa yang dekat dengan bahasa tutur Anda. Karena cara Anda berbicara sesungguhnya mencerminkan siapa diri Anda, karakter Anda.

Bagikan Diri Anda
Selain menulis dengan bahasa yang dekat dengan bahasa tutur Anda, agar Anda merasakan kesenangan ketika menulis. Lakukanlah itu ibarat seorang anak kecil yang mencoret-coret dinding yang ia tidak pernah memikirkan apakah Ibunya akan marah, atau pekerjaannya itu tidak menyenangkan orang lain. Apa yang ada dipikirannya bagaimana mengekspresikan diri melalui goresan-goresan di dinding.

So, lakukan yang sama ketika Anda menulis. Tulislah apa yang Anda anggap benar, yang mewakili pikiran, persepsi, ingatan Anda, dengan cara yang Anda anggap menyenangkan. Lakukankah itu secara terus menerus. Tidak perlu pusingkan apakah tulisan itu menarik atau tidak.

Setelah Anda menikmati proses menulis, dijamin akan lebih mudah bagi Anda menyusun sebuah karya. Daripada Anda bercita-cita membuat sebuah karya masterpiece namun Anda belum menikmati proses pembuatannya.

Seperti Apa Tulisan yang Baik?


Banyak penulis pemula yang menciptakan standar yang terlalu tinggi terhadap hasil penulisannya. Itu sebabnya banyak dari mereka yang kemudian merasa tidak PD untuk mengirimkan karyanya ke penerbit. Salah satu alasannya adalah karena mereka merasa tulisannya tidak menarik.

Sehingga salah satu pertanyaan yang muncul dalam benak para penulis pemula adalah seperti apa, sih, tulisan yang menarik itu?

Jika kepada saya ditanyakan pertanyaan seperti itu, maka jawaban saya cukup sederhana.

Saya tidak akan mengatakan bahwa tulisan yang baik itu adalah yang menggunakan kata-kata yang indah atau menyusun kalimat dengan njelimet. Melainkan tulisan yang baik itu adalah yang “ketika orang membaca bisa menangkap yang Anda maksud”.

Serhana bukan!?. Itu sebabnya mengapa ada kalimat yang disebut tidak baku, karena penggunaan kalimat itu bisa multitafsir atau tidak jelas maknanya.

Makanya dengan tujuan itu, kadang penulis tidak membutuhkan kata-kata yang terlalu abstrak, melainkan kata-kata sederhana yang biasa ia gunakan sehari-hari. Sehingga pembaca mudah memahami.

Jadi ingin tahu tulisan Anda menarik atau tidak. Mintalah rekan Anda membaca karya Anda, dan tanyakan apa yang mereka pahami? Bagaimana menurut mereka, apakah tulisan Anda cukup mudah dimengerti dan menarik? Jika mereka katakan ya, berarti tulisan Anda cukup baik.

TERAPI MENULIS

“ Pak, apa rahasia Bapak bisa mencetak penulis dalam waktu singkat?” , tanya salah seorang calon bimbingan saya.

“ Saya hanya memberikan terapi?”, jawab saya.

“ Seperti apa itu?”.

Tentu tidak ada cara yang luar biasa yang saya terapkan untuk menjadikan Anda seorang penulis. Saya hanya berbekal keyakinan bahwa semua orang bisa menulis selama ia bisa berbicara dengan baik.

“Lalu apa yang kemudian Anda lakukan pada bimbingan Anda?”, tanya seorang teman.

Saya hanya mendorong Anda untuk menulis, menulis dan menulis. Lalu melalui berbagai kendala yang Anda hadapi , disitulah saya menanamkan sejumlah pengetahuan dan keterampilan menulis. Adapun orientasi saya ketika mengajar adalah bagaimana Anda bisa membagikan sebagian diri Anda pada orang lain melalui tulisan.

Namun yang terpenting dari terapi yang saya lakukan adalah menghancurkan mental block dalam diri setiap bimbingan saya. Dengan mengubah persepsinya bahwa menulis itu tidak menyenangkan, sulit, membutuhkan bakat. Tidak dengan teori melainkan tindakan praktis.

“Lalu bagaimana bimbingan Anda mengetahui tentang teori penulisan?”, tanya seorang penulis pada saya.

Tentu sebagian besar orang tidak pernah mengetahui teori tentang bahasa, meskipun mereka bisa berbicara dengan baik. Namun akan mudah bagi seseorang, mempelajari tentang tata bahasa jika ia menguasai penggunaan suatu bahasa secara praktis dalam kehidupan sehari-harinya.

Jadi bagaimana bimbingan saya bisa memahami teori tentang penulisan? Ia cukup memahirkan dirinya menulis, lalu membiarkan pikirannya mengkonsepsi dengan sendiri teori tentang penulisan .

Selasa, 10 Januari 2012

Buku " Rahasia Agar Anda Tidak Selingkuh"

Buku Wajib Bagi Setiap Pria.

Anda pria? Dan Anda merasa tidak mungkin selingkuh?

Hati-hati dengan keyakinan Anda tersebut. Nyata berbagai penelitian membuktikan bahwa pria memiliki peluang berselingkuh dibandingkan wanita. Dan secara genetis pria ditakdirkan unutk memiliki kencenderungan poligami.

Tapi buku ini Anda membeberkan segala rahasia tentang perselingkuhan. Serta bagaimana cara Anda agar terhindar dari tindakah yang tidak disukai pasangan Anda tersebut. Sekali lagi, ini adalah rahasia, dan Anda tidak akan menemukannya ditempat lain hanya ada di buku ini.

Rabu, 04 Januari 2012

TIGA STRATEGI MENJADI PAKAR


“Saya ini lulusan Ilmu Marketing dan Statistika di Universitas ternama di Inggris, Pak. Saya yakin bahwa saya bisa memberikan saran terbaik baik buat Bapak”, ungkap seorang pengajar di sebuah sekolah tinggi Bisnis, ketika diwawancarai seorang Direktur R & D perusahaan yang ingin melakukan market research.

“CV Anda cukup meyakinkan, tapi kenapa saya tidak mengenal Anda sebelumnya?”, kata sang Direktur sambil mengarahkan pandangannya kearahnya.

Dari sepenggal cerita di atas menyiratkan apa yang disebut dengan kredibilitas. Anda tidak bisa meyakinkan orang bahwa Anda pakar semata-mata menunjukkan ijazah sebagai lulusan Universitas ternama, atau menceritakan bagaimana Anda sangat menguasai suatu bidang.

Kredibilitas adalah menyangkut soal pengakuan. Anda pakar karena banyak orang menganggap Anda demikian. Oleh sebab itu, untuk membangun kredibilitas membutuhkan strategi, dan tidak cukup menenteng kertas sertifikat yang Anda miliki.

Oleh sebab, agar Anda diakui sebagai pakar maka Anda harus menunjukkan pengetahuan pada banyak orang. Dan setidaknya ada 3 strategi efektif yang bisa Anda terapkan untuk membangun kredibilitas diri Anda.

Menulis Buku
Salah satu cara yang cukup terbukti membangun kredibilitas adalah menyebarkan pengetahuan dengan menulis buku. Jika naskah Anda sukses menembus penerbit, maka setidaknya akan ada 3000 orang yang berpotensi mengetahui pikiran Anda. Untuk sekali terbit, sebuah penerbit biasanya mencetak hingga 3000 sd 5000 exp.

Banyak pakar yang membuktikan dasyatnya efek buku bagi pengembangan karirnya. Tung DW, Hermawan Kertajaya, Safir Saiduk, Sri Mulyani adalah contoh orang-orang ternama yang sukses membangun kredibilitasnya melalui buku.

Jadi jika Anda merasa memiliki pengetahuan, putuskanlah segera untuk bagikanlah melalui buku. Sebaiknya tentukan tema yang ingin Anda tulis sesuai dengan label kepakaran yang ingin Anda lekatkan pada diri Anda.

Tulislah buku-buku dengan berbagai tingkat kedalaman penyajian. Buatkan buku-buku yang sederhana untuk pembaca yang lebih luas, karena buku seperti ini lebih mudah menarik minat penerbit. Jika Anda sudah mulai dikenal, maka Anda sudah bisa mencoba menulis buku yang lebih teknis.

Tulislah lebih dari 2 judul buku. Tentu semakin banyak buku yang Anda tulis semakin baik. Sebaiknya berupayalah menerbitkan buku Anda di penerbit ternama.

Memanfaatkan Internet
Sarana lain yang bisa Anda gunakan untuk menyebarkan pengetahuan adalah dengan memanfaatkan jaringan internet. Anda bisa memanfaatkan berbagai fasilitas seperti blog, youtube, milis dsb.

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah membuat blog atau situs. Pilihlah judul situs atau alamat yang bisa mengambarkan keahlian Anda. Misalnya “ Situs parenting”, “ Blog Kesehatan Keluarga” www.konsultasikeuangan.com .

Lalu bagikanlah pengetahuan Anda berupa hal-hal yang ringan, praktis dengan bahasa yang mudah dimengerti. Gunakan judul menarik yang bisa menarik pembaca. Seperti “ Membuat Anak Super Genius”, “ Rahasia Mendapatkan Kredit tanpa Agunan”.

Sebaiknya update situs Anda secara rutin. Semakin banyak tulisan Anda yang dipulish maka semakin besar kemungkinan situs Anda akan dilist di mesin pencari seperti google, yahoo, pada uratan pertama.

Tulisan-tulisan tersebut juga bisa Anda bagikan di milis, yang anggotanya memiliki kesamaan minat dengan Anda. Lakukan juga secara rutin.

Selain itu Anda juga bisa memanfaatkan youtube, untuk membagikan pengetahuan Anda berupa video presentasi. Semakin banyak Anda berbagai pengetahuan melalui layanan ini semakin mungkin Anda dikenal tidak hanya pengetahuan Anda namun juga wajah Anda.

Sebaiknya jangan lupa menceritakan siapa Anda, personal contact di situs Anda ketika mengirimkan tulisan di milis atau video di youtube.

Jadikan Konsultan Gratisan
Cara lain yang cukup efektif membangun kredibilitas adalah memberikan bantuan pada orang lain secara gratis. Misalnya membuka ruang diskusi atau konsultasi, menawarkan bimbingan belajar secara online dsb, secara gratis.

Karena melalui cara inilah orang mengetahui betapa Anda benar-benar “bernas”, ketika apa yang Anda sarankan dan ajarkan ternyata terbukti berhasil. Dan biasanya orang yang merasa puas dengan sebuah layanan dengan sendirinya menjadi marketing alamiah bagi Anda. Mereka akan menceritakan kepada teman, Saudara kepada Anda.

Itu sebabnya mengapa Anda seorang dokter yang ramai pasiennya padahal ia tidak pernah beriklan dimanapun. Karena kemanjuran sang dokter informasi tentang dirinyapun beredar dari mulut ke mulut. “ Mbak, saya sembuh setelah ditangani Dokter Andre”, tutur seorang Ibu pada temannya.

Bagaimana Anda Mendapatkan Keuntungan

Jika Anda melakukan hal di atas secara konsisten maka secara perlahan Anda mulai dikenal. Pada saat Anda diakui sebagai pakar maka Anda mendapatkan keuntungan antara lain diundang sebagai narasumber, sebagai konsultan, mendapatkan kepercayaan untuk memimpin sebuah proyek atau perusahaan, dan kesempatan lainnya yang dapat mendatangkan penghasilan yang tidak lumayan.

Bandingkan seorang yang bekerja sebagai karyawan yang mengharapkan perusahaan memberikan kenaikan gaji atau jabatan dan setelah ia memutuskan untuk membangun kredibilitasnya ia pun memutar haluan menjadi pembicara dan konsultan. Penghasilannya menjadi beberapa kali lipat dari pendapatannya sebagai karyawan. Selain itu, bisa minum kopi bersama para direksi sejumlah perusahaan besar yang mustahil ia lakukan sebelumnya. Ia menjadi sosok yang ada dalam benak banyak orang.

Jadi jika saat ini Anda adalah seorang karyawan, dosen, atau pekerja lepas yang tidak dikenal, maka sudah saatnya Anda membangun kredibilitas anda untuk meraih kesuksesan diri Anda. Karena kesuksesan adalah hak Anda.

PENULIS YANG MENGINSPIRASI SAYA


Suatu ketika saya mendapatkan kontak telpon dari luar negeri. Dengan suara yang tidak begitu jelas, saya mendengar sapaan dari balik telp “ Sore, pak, saya ingin dibimbing oleh Bapak menjadi penulis”.

Ia pun memperkenal dirinya yang adalah seorang TKI yang bekerja di sebuah negara di Asia Timur. Ia mengenal saya melalui aktivitas saya di dunia maya.

“ Pak, saya punya impian ingin menjadi penulis. Dan saya ingin Bapak membantu mewujudkannya”, ungkapnya.

“ Tentu saya siap membantu Anda”, jawab saya.

“Terima kasih, pak", jawabnya dengan nada suara terdengar lembut "Saya punya ide penulisan dan sejak lama ingin saya jadikan sebuah buku. Saya coba menuliskannya dan mengirimkannya pada Bapak untuk mendapatkan masukan. Tapi mohon maaf, pak, saya mungkin mengirimkan sedikit demi sedikit karena saya mengirimkannya melalui HP, pak”, jelasnya dengan suara yang penuh antusias.

" Menggunakan sms?", tanya saya.

" Ya".

Tentu penjelasan itu membuat saya mengerutkan dahi. Pasalnya saya belum pernah membimbing penulis yang mengirimkan tulisannya melalui HP. Saya membayangkan bagaimana sulitnya dia harus menyelesaikan sebuah tulisan yang terdiri ribuan kata dengan mengetikkannya melalui telp selulernya.

Sayapun menyetujui. Dan beberapa hari berselang iapun mulai mengirimkan tulisannya melalui email yang dikirimkan melalui telp seluler.

Sayapun mengumpulkan tulisan yang ia kirim dan menyusunnya menjadi tulisan utuh. Ia hanya bisa mengirimkan beberapa kalimat atau kurang lebih seperempat lembar untuk sekali pengiriman.

Satu hal yang membuat saya kagum dengannya adalah semangatnya dan tekadnya yang kuat. Jelas, dengan pekerjaannya sebagai pekerja informal di luar negeri, ia hanya memiliki waktu yang sangat terbatas untuk menulis. Bahkan suatu ketika ia mengsms saya " Maaf, pak, saya minggu ini belum bisa mengirimkan tulisan karena saya bekerja hampir tanpa ada waktu senggang".

Ia tidak memiliki laptop atau PC untuk menyusun tulisannya, seperti pengakuannya. Hanya bermodalkan HP ia mencoba mengirimkan potongan-potongan tulisannya kepada saya.

Semangat itu juga yang membuat ia terus mengirimkan tulisannya dengan cara yang tidak biasa hingga terkumpul sampai 70 lembar naskah. Bahkan ia juga hampir tidak percaya ketika saya memberi tahu jumlah lembar yang berhasil ia tulis.

Meskipun proses penulisan dan bimbingan masih berjalan hingga tulisan ini dibuat, namun apa yang ia lakukan, saya akui, cukup menginspirasi. Pasalnya ada banyak orang yang memiliki kesempatan dan modal yang memadai menjadi penulis. Memiliki waktu luang, fasilitas tersedia, plus otak yang dipenuhi banyak hal yang bisa dituangkan menjadi tulisan. Namun mereka tidak bisa mewujudkannya karena tidak pernah memutuskan untuk melakukannya sekarang, melalui perencanaan dan target yang konkrit.

Selain itu banyak penulis yang kemudian menyalahkan kesibukannya, ide yang tidak muncul, tidak ada bahan untuk ditulis dsb, sebagai penyebab mengapa ia sampai saat ini belum menjadi seorang PENULIS .

Tentu si penulis muda yang masih harus bekerja sebagai TKI di luar negeri tersebut, punya lebih banyak alasan untuk tidak menjadi penulis (mungkin juga dari Anda). Namun ia menegaskan pada dirinya untuk mengatasi segala penghalang tersebut.

Itu sebabnya saya mengatakan bahwa ia cukup menginspirasi saya.

Kamis, 24 November 2011

MENJADI PENULIS DENGAN KEJUJURAN


Seorang kepala rumah sakit bertanya kepada saya, “Tema apa yang bisa saya tulis, pak?” .

Sebelum saya menjawab pertanyaannya, saya teringat pembicaraan kami sebelumnya tentang praktek-praktek rumah sakit yang tidak etis yang pada akhirnya mengorbankan pasien. Bahkan ia menuturkan aktivitas itu berlangsung lama dan terjadi tanpa disadari si pasien.

Maka sayapun menyarankan, “ Bagaimana jika Bapak menulis Hospital Undercover, tema ini cukup menarik dan Bapak bisa menuliskannya berdasarkan pengalaman Bapak bekerja di rumah sakit selama puluhan tahun”.

Mendengar itu ia hanya terdiam sejenak. Setelah menghelakan nafas “ Ok, pak saya coba menuliskannya, meskipun butuh keberanian”, jawabnya.

Segera saya membuatkan outline dan mengirimkannya ke sebuah penerbit. Hanya menunggu beberapa waktu, pihak penerbit sudah menghubungi saya dan menyatakan berminat menerbitkan buku.

Sayangnya, ketika saya menghubungi sang kepala rumah sakit, ternyata ia mengurungkan niatnya untuk menuliskan buku itu. Ia merasa tidak nyaman menulis tentang keburukan layanan rumah sakit, ketika ia masih mencari nafkah di lingkungan itu.

Dari kisah di atas saya ingin mengambarkan bagaimana Anda bisa menjadi penulis bermodalkan kejujuran. Anda hanya melihat sesuatu disekeliling Anda, sesuatu yang hidden, rahasia, untuk diungkapkan ke permukaan. Seperti halnya buku-buku seperti “Jakarta Undercover”, “IPDN Undercover” “Diary Pramugari” dsb.

Akan sangat mudah bagi anda menuliskan sesuatu yang Anda alami. Karena Anda mengetahui betul detail-detail peristiwanya sehingga Anda bisa mengambarkannya dengan sangat baik.

Namun saya juga perlu menekankan soal motivasi karena mengangkat sesuatu yang tidak biasa bisa saja menjadi ajang membuka sebuah aib seseorang atau banyak orang. Penting kiranya untuk melakukannya dengan tujuan yang baik. Pertama, agar sesuatu buruk terungkap sehingga control sosial bisa diterapkan pada hal-hal yang selama ini tidak terekspos. Kedua, agar orang tidak melakukan seperti yang diceritakan.

Kemudian sebisa mungkin Anda hanya mengambarkan kisahnya dan menyamarkannya. Dan tidak membukanya hingga sebuah pribadi nyata Anda telanjangi dalam karya Anda.

Jadi ketika Anda bagian dari kehidupan penuh kekerasan, Anda pernah tinggal di kalangan anak geng motor, berkerja dalam sebuah lingkungan yang pernuh dengan korupsi, Anda pernah bagian dari anak-anak yang dibuang dan dititip di Panti Asuhan, mengetahui sebuah konspirasi untuk menghancur seorang pribadi atau organisasi, Anda bisa menuliskannya.

Anda cukup merekam setiap detail peristiwa Anda sedikit demi sedikit, ibarat Anda sedang menuliskan buku harian. Setelah Anda sudah memiliki materi tulisan yang cukuo Anda kemudian bisa menjadikannya sebuah buku. Namun untuk menuliskan karya ini Anda harus memiliki kejujuran, keberanian dan motivasi yang benar.

KMB Menyediakan Konsultasi dan Jasa Penulisan Buku “Kejujuran” , hub 085925077652

Selasa, 15 November 2011

DARI BAHAN PRESENTASI JADI BUKU

Ternyata sebuah bahan presentasi powerpoint bisa diangkat menjadi buku. Tentu tidak dengan memindahkan tulisan dari powerpoint ke dalam word, namun masih diperlukan pengembangan tulisan dan editing. Adapun langkah-langkah menjadikan bahan presentasi menjadi buku adalah sebagai berikut

Membangun Outline
Langkah pertama jelas Anda harus menentukan judul dan membangun outline, semacam daftar isi buku. Jadi sebelum Anda menuliskan isi dari buku yang diangkat dari bahan presentasi maka Anda terlebih dahulu memilih judul yang menarik dan menyusun bab per bab yang akan Anda tulis.

Menyusun Kerangka Berpikir
Biasanya isi bahan presentasi adalah pokok-pokok pikiran dari seorang pembicara, yang kemudian dijelaskan lebih lanjut secara lisan. Namun point-point itu bisa dijadikan pokok-pokok pikiran pada bab-bab yang relevan.

Point-point ini dirangkai agar tersusun secara sistematis. Sehingga ketika dituliskan, alurnya jelas dan tidak lompat-lompat. Demikian juga untuk ilustrasi atau gambar-gambat yang mendukung salah satu pokok pikiran sebaiknya diletakkan pada bagian yang relevan.

Menuliskan Isi
Dari pokok pikiran yang sudah disusun maka saatnya Anda mengembangkannya menjadi tulisan dengan membangun kalimat penjelas yang bisa bersumber dari ungkapan si narasumber (atau pikiran Anda sendiri), atau dari bahan referensi. Usahakan setiap pokok pikiran memiliki kalimat yang sifatnya menjelaskan, membuktikan, dan memberikan ilustrasi atau contoh Sekiranya ada foto atau gambar-gambar yang mendukung jangan lupa untuk menambahkannya.

Lakukan Editing
Setelah Anda menuliskan naskah Anda hingga selesai, maka langkah selanjutnya melakukan editing. Tujuannya untuk melihat alur tulisan, apakah sudah sistematis atau belum. Jangan ragu untuk menghilangkan bagian yang dapat membuat tulisan Anda semberaut.

Simak kalimat yang Anda susun. Apakah sudah cukup mudah dipahami atau tidak? Jika belum, coba tulis ulang. Jangan lupa memperhatikan salah ketik, salah penempatan tanda baca. Setelah mengedit, endapkan beberapa hari naskah Anda, lalu edit ulang hingga lebih sempurna.

Dengan tahapan ini Anda bisa membuat buku dengan mudah dengan bahan-bahan presentasi yang Anda miliki.

Minggu, 06 November 2011

BE A WRITER BEFORE 40

Anda sudah mengalami asam garam kehidupan? Mengalami sukses dalam karir? Atau memiliki banyak hal untuk Anda bagikan pada generasi selanjutnya melalui sebuah buku?

Ikut bimbingan kami “Be a Writer Before 40”, dimana kami akan membimbing Anda untuk menjadi penulis sebelum berumur 40 tahun. Kami akan memberikan bimbingan menulis buku dan cara mempublikasikan tulisan Anda melalui berbagai media, dengan jangka waktu kerjasama hingga 1 tahun. Adapun layanan yang kami berikan adalah (khusus untuk tulisan non fiksi):

1. Mengajarkan Anda cara menulis yang menggugah orang membaca
2. Mengajarkan Anda cara mempublikasikan karya Anda melalui internet
3. Mengajarkan Anda cara menyebarkan tulisan Anda melalui e-book
4. Mengajarkan Anda cara menyebarkan pengetahuan Anda melalui fasilitas multimedia
5. Mengajarkan Anda cara menulis buku, menyusun dan mendapatkan perhatian penerbit

Layanan ini tidak hanya membantu Anda bagaimana cara menulis, namun juga cara mempublikasikannya secara efektif.

Bagi yang berminat segera menghubungi kami melalui nomer telp 085925077652 atau email ke konsultasimenulis@yahoo.com

Minggu, 23 Oktober 2011

PENGALAMAN MENCETAK CALON PENULIS MENJADI PENULIS


Banyak yang beranggapan bahwa apa yang kami lakukan untuk mencetak calon penulis menjadi penulis sesuatu yang sangat sederhana, seperti membalikkan telapak tangan. Padahal kenyataannya tidak demikian.

Kami tidak bisa memungkiri bahwa menulis buku bukan sesuatu yang mudah. Pada dasarnya tidak hanya membutuhkan niat namun juga upaya keras untuk berlatih. Itu sebabnya system yang kami kembangkan adalah membiasakan calon penulis untuk menulis.Sambil secara bertahap kami membagikan pengetahuan yang wajib dimiliki setiap penulis tidak melalui penjelasan teoritis namun langsung pada saat proses penulisan.

Kesulitan yang sering kami hadapi dalam mencetak seorang penulis adalah dari penulis itu sendiri. Terutama soal konsistensi dalam menulis. Ada puluhan bahkan pernah hingga ratusan yang menghubungi kami dan menyatakan ingin menjadi penulis, namun seringkali tidak berlanjut. Entah karena biaya yang dianggap terlalu mahal (menurut kami bukan terlalu mahal, namun biaya itu terlalu besar untuk sebuah kegiatan iseng-iseng) atau karena proses awal yang njelimet.

Mengenai biaya tentu kami harus kami harus menetapkan biaya, jelas karena KMB sendiri adalah usaha jasa, dan kami membutuhkan pemasukan untuk menutupi biaya operasional. Selain itu kami ingin menanamkan sebuah kesadaran bahwa menulis adalah pengetahuan yang sangat-sangat berharga. Kemampuan menulis tidak hanya sekedar bisa menjadi aktivitas pemuas hati namun juga bermanfaatkan mengembangkan karir dan memberikan pendapatan. Namun kami menyadari jika ada perbedaan kemampuan ekonomi dari tiap-tiap orang yang ingin belajar menulis. Itu sebabnya KMB menawarkan beberapa paket dengan biaya dan ketentuan yang berbeda sehingga bisa disesuaikan dengan kemampuan masih-masing orang.

Mengenai proses yang njelimet, jelas itu harus dilalui.Tidak ada sukses yang diperoleh dengan mudah. Para pengajar di KMB harus menjalani proses belajar selama puluhan tahun untuk menjadi seorang penulis. Tentu untuk mempersingkat proses ini jelas membutuhkan sebuah latihan yang mungkin tidak memberikan rasa nyaman. Tapi kalau dijalani maka dijamin akan memberikan manfaat bagi para calon penulis. Antara lain yang bakal dirasakan adalah ketika kami harus mengatakan tema yang dipilih “jelek”, memberikan tugas dengan tenggat waktu tertentu, merobak tulisan yang dibuat dan kami minta untuk ditulis ulang. Bahkan kami mewajibkan calon penulis menulis sesuatu tema yang mungkin ia sukai.

Kesulitan kedua adalah mendapatkan penerbit. Jelas menembus penerbit adalah sesuatu yang tidak mudah. Itu harus benar-benar disadari. Namun mengapa kami berani menawarkan untuk membimbing seseorang hingga naskah diterbitkan. Tidak lain karena kami juga mengetahui bahwa naskah yang ditolak selalu memiliki peluang untuk diterima. Entah itu melalui pengemasan ulang atau dengan mengirimkan ke penerbit yang cocok. Selain itu kalaupun terbit kadang kita harus menunggu hingga 6 bulan bahkan 1 tahun hingga buku terbit. Hanya saja dalam proses mengusahakan sebuah naskah diterima kami harus berjibaku, seringkali beberapa calon penulis tidak menyadari ini. Bahkan menganggap kami melakukannya dengan mudah.

Tapi jelas ini tidak menghambat kami untuk berbagai pengetahuan dengan para calon penulis. Jelas dengan biaya Rp. 150.000,- atau Rp. 450.000,- bahkan Rp. 1,5 juta masih terlalu murah menurut kami untuk sebuah pengetahuan yang dipelajari selama bertahun-tahun, bahkan hingga seorang calon penulis bisa menerbitkan bukunya. Padahal ketika buku itu diterbitkan penghasilan yang bisa diperoleh jauh dari nilai di atas. Namun kami juga merasa bahwa membimbing seorang penulis juga menjadi tantangan kami karena akan ada kesenangan yang kami rasakan untuk setiap naskah yang berhasil kami terbitkan. Karena visi kami dalam 5 tahun kami bisa menghasilkan 100 karya dengan harapan bisa memberikan pencerahan bagi Indonesia.

Jadi apakah berminat menjadi penulis bersama KMB?

Minggu, 16 Oktober 2011

BERMAIN PIANO DAN MENULIS


Beberapa hari selum saya menuliskan artikel ini, saya mengikuti acara pernikahan Saudara saya di daerah Cikini. Pada acara resepsi ternyata pihak Wedding Organizer (WO) sebuah band menghibur para tamu dengan lagu-lagu romantis.

Tibalah saat menjelang akhir acara resepsi para pemain musik; drummer, bassist dan keyboardist; kemudian meminta waktu break untuk beristirahat. Melihat alat musik yang sementara tidak digunakan ternyata memicu minat salah seorang sepupu saya untuk mengajak saya dan Saudara-Saudara lainnya untuk main band dadakan.

Akhirnya saya memilih memainkan keyboard, si provokator, Saudara saya yang mengajar kami bermain musik langsung meraih stick drum, dan sepupu saya yang lain memainkan bass.

Yang ingin saya ceritakan selanjutnya bukan tentang “ pengalaman kami bermain band itu” namun tentang apa yang kemudian saya rasakan ketika memainkan keyboard.

Belum lama berselang saya berkesempatan menghibur tamu-tamu negara dan di hadapan Menteri Koordinator Ekonomi & Menteri Pertanian di sebuah even nasional di Wisma Kartini, Jakarta Selatan. Saya bermain solo piano.

Saya menikmati musik yang saya hasilkan demikian juga para tamu negara. Terlihat beberapa yang hadir melirik ke arah saya dan menggerakkan kepalanya seturut dengan ketukan musik yang saya alunkan. Tentu ini mengindikasikan mereka menyimak setiap nada yang saya mainkan.

Berbeda ketika saya bermain keyboard dengan band dadakan di acara resepsi. Saya tidak menikmati permainan saya. Saya sepertinya tidak bisa memberikan dentingan piano yang bisa memperindah musik yang kami hasilkan.

Terakhir kali saya bermain band adalah sekitar 8 tahun lalu. Tepatnya ketika saya masih kuliah. Saya dan teman-teman sering bermain pada even-even besar di luar maupun di dalam kampus. Kami tidak hanya mengiringi penyanyi amatir atau teman-teman mahasiswa namun juga artis-artis nasional.

Pada masa itu saya mampu menghasilkan pemainan piano yang harmonis dengan suara dari alat music lainnya. Kami bisa memainkan emosi pendengar dengan lagu-lagu yang kami mainkan.

Jelas kami bisa melakukan itu karena kami sering main bersama, berlatih secara rutin setiap minggu. Sehingga saya dan teman-teman bisa dengan mudah memilih nada atau not yang harus dimainkan per setiap ketukan untuk menciptakan music yang indah.

Setelah 8 tahun berlalu saya tetap bisa bermain piano namun untuk bermain sendiri. Ketika saya harus bermain mendadak secara tim saya tidak sebaik ketika saya masih di kampus, karena kami tidak pernah berlatih bersama-sama. Dan saya tidak pernah lagi berlatih bermain piano untuk sebuah band. Sehingga saya tidak lagi punya instink yang jitu untuk menentukan kapan saya harus memainkan rytme, kapan saya harus memainkan nada-nada untuk mengisi kekosongan, dan bagaimana saya bisa mengatur dinamika untuk menciptakan efek emosional dari music yang dimainkan secara tim.

Hal yang sama berlaku dalam hal mengasah kemampuan menulis. Ada banyak penulis yang bertanya bagaimana cara memilih kata yang tepat? Bagaimana cara agar tangan bisa menuliskan apa yang tersimpan dalam otak tanpa ada hambatan? Atau bagaimana agar bisa menulis dengan cepat dan berkualitas?

Rahasianya sama seperti halnya bermain musik. Banyaklah berlatih. Mungkin ini terdengar klise, tapi ini adalah tips yang paling efektif. Semakin sering Anda menulis maka semakin peka Anda menangkap dan merasakan makna sebuah kata. Anda juga semakin jeli memilih kata untuk menciptakan efek tertentu dalam kalimat yang Anda susun.

Semakin sering Anda menulis maka semakin terbiasa gerak motorik Anda untuk mewujudkan apa yang dalam pikiran Anda dengan menulis. Ketika otak Anda menghadirkan inspirasi maka jari jemari Anda bisa mengartikulasikannya menjadi rangkaian kata yang tepat.

Itu sebabnya pada saat Anda pertama kali membiasakan menulis, Anda perlu waktu untuk memilih kata yang tepat untuk mewakili ide-ide yang ada dalam pikiran anda. Belum tentu kalimat yang Anda susun sesuai dengan apa yang hendar Anda sampaikan. Namun dengan semakin sering Anda berlatih, maka, tangan Anda seolah bekerja secara otomatis menuliskan apa yang Anda dalam benak Anda.

Jadi jika Anda ingin menjadi penulis maka saran terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menulislah sesering mungkin. Dan konsisten. Saya bisa menuliskan 12 judul buku dalam 3 tahun, namun saya membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun untuk belajar menulis, dengan menulis minimal 1 artikel setiap hari.

Anda bisa menuliskan pengalaman Anda, pandangan Anda terhadap sesuatu yang terjadi di sekitar Anda. Awalilah dengan kebiasaan yang menyenangkan. Menuliskan tentang diri sendiri dijamin adalah sesuatu menghibur. Jangan berpikir untuk menuliskan sesuatu yang fenomel ketika tengah belajar menulis. Tulislah sesuatu yang ringan-ringan dan sesuatu yang Anda ketahui. Jangan tuliskan sesuatu yang mengharuskan Anda melakukan aktivitas otak yang berat seperti menganalisa, menghitung. Atau menuliskan sesuatu dengan terlebih dahulu melakukan studi pustaka. Itu sebabnya tuliskanlah pengalaman Anda sendiri karena itu tidak membutuhkan aktivitas rumit.

Tulisan-tulisan yang Anda hasilkan bisa sekedar dikoleksi sendiri dan disimpan di PC Anda. Atau Anda tampilkan secara online di blog agar mendapatkan tanggapan dari banyak orang. Tapi yakinlah semakin sering Anda menulis maka Anda akan semakin terlatih. Dan ketika Anda akan menulis buku masalah yang akan Anda hadapi hanya soal memilih tema yang baik, menyusun outline yang menarik. Bukan masalah cara menuangkan ide menjadi tulisan.

Dan setelah Anda sukses menerbitkan buku jangan pernah merasa puas dan berhenti berlatih. Tetaplah menulis. Saya bisa merasakan adanya perbedaan dari karya-karya pertama saya dengan buku-buku saya selanjutnya. Buku-buku saya yang terakhir terasa lebih berbobot, isinya lebih menarik, lebih kaya dengan penggunaan kata-kata. Mengapa demikian? Karena saya terus berlatih meskipun saya sudah mendapatkan label, sehingga kemampuan menulis saya menjadi lebih baik lagi.

Jadi, jika Anda ingin menjadi penulis yang produktif dan mampu menghasilkan karya-karya terbaik, maka biasakanlah menulis sesering mungkin. Dan tetap terus berlatih meskipun Anda sukses menerbitkan buku. Ini adalah cara yang paling masuk akal untuk menguasai pengetahuan dan skill yang juga dimiliki para penulis ternama.

Rabu, 05 Oktober 2011

LIHATLAH SUKSES KECIL ANDA


Bagaimana saya bisa menulis buku berbagai macam tema?

Saya meyakini banyak hal yang bisa saja tulis. Untuk mengetahuinya saya membutuhkan waktu untuk mengeksplorasi sesuatu dari saya yang layak dituangkan menjadi sebuah buku.

Lalu, bagaimana saya bisa mendapatkan hal yang layak saya tulis?

Cara sederhana, cukup mengindentifikasi setiap sukses yang saya alami. Tentu sukses ini bukan harus sebuah prestasi luar biasa. Seperti mendapatkan promosi sebagai Direktur utama atau meraih juara menulis tingkat nasional.

Kita sering mendapatkan sukses kecil, seperti. Sukses menutup sebuah penjualan bernilai puluhan juta rupiah dan terjadi berulang kali. Sukses menciptakan menu-menu masakan yang lezat. Sukses membuat blog dan menjaring banyak pembaca. Sukses membuat kompos meskipun hanya skala rumah tangga.

Banyak dari kita tidak menganggap sukses di atas hal yang luar biasa, itu sebabnya kita tidak peka dengan keberhasilan tersebut. Padahal setiap kali kita meraih suatu kesuksesan kecil pada ada suatu pengetahuan dibalik kesuksesan itu.

Begitu juga yang saya lakukan. Ketika saya sukses mempromosikan atau membranding orang-orang berpengetahuan melalui internet dan buku, cukup menginspirasi saya untuk membagikan hal-hal yang membuat saya meraih keberhasilan tersebut. Demikian juga ketika saya sukses mendapatkan penghasilan tambahan dari kemampuan saya menulis, maka sayapun termotivasi membagikan pengetahuan saya tentang writerpreneur melalui buku.

Itulah rahasia saya mendapatkan ide untuk penulisan buku. Dan saya yakin selama saya terus mendapatkan sukses-sukses kecil maka saya tidak akan kehabisan tema buku untuk ditulis.

Tentu hal ini bisa juga Anda terapkan ketika Anda bertanya “ apa yang bisa saya tulis?”. Lihatlah sukses-sukses kecil dalam diri Anda. Apakah Anda pernah sukses mengatasi persoalan dalam hidup Anda? Apakah Anda sukses meraih sesuatu baik dalam karir atau aktivitas sehari-hari? Pekalah dengan keberhasilan Anda. Hanya orang yang tidak tidak percaya diri saja yang sulit melihat keberhasilan dalam dirinya.

Jadi ketika Anda ingin menjadi penulis yang tidak pernah kehabisan ide, pekalah dengan keberhasilan diri Anda. Karena apa yang layak kita tulis adalah sesuatu yang bernilai yang bersumber dari dalam diri kita sendiri.

Senin, 03 Oktober 2011

BAGAIMANA ORANG BIASA MENJADI PENULIS


Banyak orang yang beranggapan bahwa yang bisa menulis buku how to adalah para pakar atau orang-orang yang memiliki pendidikan tinggi. Padahal sebenarnya setiap orang dapat menjadi menulis selama ia memiliki pengetahuan yang bermanfaat yang bisa dibagikan pada orang lain. Pengetahuan ini tidak mesti diperoleh dari bangku sekolah namun juga dari pengalaman sehari-hari.

Dan inilah yang kami buktikan ketika membimbing “orang-orang biasa menjadi penulis”

Seorang guru
Tema yang bisa ditulis:
1. Cara memahami prilaku anak dari bahasa tubuh
2. Cara mengajar matematika yang menyenangkan
3. Mengapa anak saya membangkang?
4. Cara mengajar yang efektif

Seorang Ibu rumah tangga
Tema yang bisa ditulis
1. Resep-resep masakan selama seminggu
2. Rahasia mengelola keuangan yang hemat
3. Trik menata rumah yang apik
4. Rahasia agar suami tidak selingkuh

Seorang mahasiswa
Tema yang dapat ditulis
1. Rahasia menembus SPMB
2. Cara belajar yang efektif untuk mahasiswa

Seorang mantan penderita kelainan jiwa
Tema yang dapat ditulis
1. Rahasia agar jiwa anda sehat
2. Cara mengatasi depresi

Seorang marketing
Tema yang dapat ditulis
1. Script manjur untuk marketing
2. 12 rahasia menutup penjualan
3. Rahasia cold phone

Oleh sebab itu coba lihat apa pengetahuan yang anda kuasai yang kemungkinan besar tidak dikuasai orang banyak, dimana pengetahun tersebut bisa Anda dapatkan dari pengalaman. Kemudian jadikan hal tersebut sesuatu yang akan Anda tuliskan.

Sabtu, 24 September 2011

BIMBINGAN PENYUSUNAN DAN PENULISAN TESIS

Kami menyediakan jasa penyusunan dan penulisan tesis untuk bidang manajemen, dan ekonomi. Adapun layanan yang kami berikan adalah:

1. Pemilihan tema penelitian
2. Melakukan bimbingan terkait metodologi penelitian
3. Melakukan bimbingan penulisan proposal atau tesis
4. Melakukan bimbingan terkait pengolahan data
5. Dsb

Untuk bimbingan ini kami khususnya untuk Anda yang berdomisili di Jakarta, karena kami mengsyaratkan adanya tatap muka. Biaya yang kami tetapkan min Rp. 3.500.000 (disesuaikan dengan tingkat kesulitan) Untuk info lebih lanjut hub 085925077652

JASA GHOSTWRITER

Kami menyediakan jasa ghostwriter atau penulisan buku bagi Anda yang memiliki waktu yang terbatas untuk menulis sebuah buku. Dengan ketentuan kerjasama sebagai berikut:

1. Sebagai ghostwriter, kami akan ”bekerjasama” dengan penulis utama, menuliskan buku atas nama penulis utama.

2. Sipayung Consultant akan menbantu penulis utama di dalam menyusun outline, judul, membangun tulisan menggunakan materi yang bersumber dari penulis, baik berupa tulisan kasar, artikel, powerpoint atau video.

3.Setiap tulisan yang berhasil diselesaikan Sipayung Consultant akan diserahkan kembali kepada pihak pertama untuk dikoreksi atau memberikan tambahan materi, mengingat bahwa yang menguasai substasi naskah adalah penulis utama

4. Setelah naskah selesai Sipayung Consultant akan melakukan editing dan finishing akhir sebelum naskah dikirim ke penerbit

5.Jangka waktu kerjasama adalah hingga naskah selesai.

6.Jika naskah terbit, maka karya tersebut sepenuhnya menjadi milik pihak penulis.

7.Biaya kerjasama adalah min Rp. 3.500.000 untuk 50 lembar naskah, dengan format Times Roman 12, spasi 1.

8. Pembayaran dilakukan dimuka adalah sebesar 50 % di awal, setelah naskah selesai (setelah siap naskah dikirim ke penerbit) dilakukan pelunasan 50 % sisa biaya. Pembayaran dilakukan ke Bank Mandiri Cab Depok a.n. Halomoan Hendratno A. No Rek 1570000914094 Sipayung Consultang akan mulai bekerja setelah penulis melakukan pembayaran awal.

Minggu, 18 September 2011

PERHATIKAN PREDIKAT

Anda ingin tahu cara membuat kalimat yang menggigit? Salah satu triknya adalah dengan memperhatikan pemilihan kata predikat.

Penggunaan predikat menjadi titik sentral kalimat menjadi enak dibaca atau tidak. Langkah pertama tentu, sebagaimana sering disebutkan dalam berbagai buku-buku menulis adalah selalu menggunakan kalimat aktif. Misalnya “Saya memakan nasi” jelas lebih enak dibaca dibandingkan “Nasi dimakan oleh saya”.

Namun trik membuat kalimat menjadi enak dibaca tidak berhenti pada penggunaan kalimat aktif. Tapi juga bagaimana Anda memilih kata kerja sebagai predikat.

Misalnya kalimat

Saya “memegang” pohon

Kata “memegang” dapat digantikan dengan kata lainnya yang memiliki arti yang berbeda. Seperti menyentuh, menjamah, mengenggam.

Nah, untuk membuat kalimat yang enak dibaca maka terkait pemilihan kata ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

Pertama, pilihlah kata yang lebih konkrit atau yang biasa digunakan sehari-hari. Misalnya Saya mengafirmasi kehadirannya. Mungkin bisa diubah menjadi Saya mencek kehadirannya.

Kedua, pilihkan kata yang berasosiasi dengan nafsu atau hasrat. Tulisan ini menarik perhatian saya bisa diubah menjadi Tulisan ini mengairahkan saya. "Penampilan sangat memancing saya untuk melihat" diubah menjadi "Penampilannya mengoda saya untuk melihat".

Ketiga, gunakan kata yang bersifat analogi. Misalnya "Tulisan itu menarik perhatian saya", diubah menjadi "Tulisan ini memaku mata saya". "Ayah saya memeluk saya" diubah menjadi "Ayah melingkarkan lengannya di badan saya".

Oleh sebab itu ketika Anda melakukan pengemasan tulisan perhatikan kembali kata kerja yang Anda gunakan sebagai predikat. Tentu ada elemen subjektivitas untuk memilih mana kata yang enak dibaca atau tidak. Namun Anda setidaknya sudah mengetahui focus pertama Anda ketika mengemas tulisan Anda. Setelah itu cobalah mengubah-ubah kata kerja yang Anda gunakan sebagai predikat.

Jika kata yang Anda gunakan terlalu abstrak, dan terdapat padanan kata yang lain, coba ubah dan rasakan dampaknya ketika Anda membaca. Atau jika Anda bisa menyelipkan atau menggantikan kata-kata yang berasosiasi dengan nafsu, coba terapkan dan nilai hasilnya. Dengan demikian tulisan Anda memiliki kemampuan memaku mata pembaca.