;

Minggu, 12 Juni 2011

CARA MENENTUKAN TEMA HOW TO

Anda tidak harus menjadi seorang akademisi handal untuk layak menulis sebuah buku how to. Anda bisa menuliskannya selama Anda memiliki pengetahuan dalam bidang tertentu, meskipun Anda memperolehnya tidak dari bangku kuliah melainkan dari pengalaman.

Nah, pertanyaannya adalah bagaimana menjaring dan tema-tema menarik berdasarkan pengalaman yang Anda miliki agar bisa menembus penerbit?

Langkah pertama, coba list pengalaman-pengalaman yang memungkinkan Anda memiliki pengetahuan tertentu. Misalnya:

• Pernah bekerja sebagai marketing,
• Pernah jadi consultan pertanian,
• Sedang bekerja sebagai konselor.

Catat sebanyak mungkin pengalaman Anda yang mungkin bisa menjadi sumber pengetahuan yang Anda tuliskan.

Langkah kedua, lakukan derivasi pengetahuan yang Anda miliki dari pengalam tersebut. Misalnya

Pernah bekerja sebagai marketing, pengetahuan yang saya miliki:
1. Tahu teknik-teknik negosiasi
2. Mengetahui rahasia melakukan marketing online
3. Menguasai PR dan cara berkomunikasi yang baik
4. Mengerti cara melakukan kampanye pengenalan produk

Anda juga bisa melakukan hal yang sama untuk pengalaman yang lain.

Langkah ketiga, lakukan pemilihan pengetahuan yang layak diangkat menjadi tema tulisan. Kriterianya adalah, pengetahuan tersebut dibutuhkan banyak orang, buku yang membahas mengenai tema tersebut masih terbatas.

Misalnya saja “Anda mengetahui rahasia melakukan negosiasi” dan “cara merawat mesin pengolahan makanan”, maka Anda bisa mengevaluasi demikian

Mana dari kedua tema yang lebih dibutuhkan banyak orang?

Jelas tema pertama, karena ilmu negosasi dibutuhkan banyak orang dari berbagai bidang. Sedangkan pengetahuan tentang pengolahan makanan mungkin hanya dibutuhkan orang-orang yang bekerja di industry makanan.

Maka pilihan kita jatuh pada tema negosiasi. Selanjutnya kita mengevaluasi apakah tema ini sudah sering ditulis? Ternyata sudah banyak buku-buku yang mengajarkan tentang negosasi. Namun ini bukan berarti jika tema ini tidak layak tulis, kita tinggal melakukan diferensiasi.

Bagaimana jika kita lebih spesifik dengan memfokuskan negosiasi dengan bos perusahaan? Atau negosiasi dengan orang asing? Jelas tema ini belum pernah ditulis sebelumnya. Maka ini adalah tema yang bisa Anda pilih.

Langkah Keempat, dari tema yang sudah dipilih selanjutnya rancanglah outline sebagai kerangka buku yang akan ditulis.

Demikianlah proses pemilihan tema berdasarkan pengalaman. Pada prinsipnya, ketika Anda memiliki pengetahuan, dan banyak orang yang membutuhkan, maka Anda layak menuangkan menjadi sebuah buku.