;
Tampilkan postingan dengan label membuat buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label membuat buku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 April 2011

BELAJAR MENGHANCURKAN ZONA KENYAMANAN

Ada yang bertanya, “ Kok, KMB tidak terlebih dahulu memberikan teori ketika membimbing, dan langsung menyuruh bimbingannya menulis. Padahal saya perlu tahu dulu prinsip-prinsip menulis”. Dan banyak orang yang berharap kami membagikan pengetahuan yang “mendadak” bisa membuat seseorang bisa menulis, tanpa harus menyuruh mereka menulis.

Banyak orang bercita-cita menjadi penulis namun tidak “berani” menghancurkan zona kenyamanannya. Termasuk juga ketika memilih mengikuti bimbingan menulis. Apa yang ingin mereka dengar adalah hal-hal yang enak untuk di dengar.

“ Anda punya chance jadi penulis!!!”.

“Selamat Anda calon penulis hebat:.

Memang setiap calon penulis membutuhka motivasi. Namun untuk menjadi penulis sejati Anda harus merubah zona aman Anda. Seperti apa kira-kiranya implementasinya.

Coba bayangkan diri Anda harus berlatih push up di atas pasir dengan tangan dikepal. Anda wajibkan pelatih Anda harus melakukannya 30 kali setiap hari. Jika tidak, Anda akan mendapatkan hukuman. Maka Andapun melakukannya hingga tangan Anda kapalan.

Jika Anda sudah terlatih, kira-kita menurut Anda jika ada yang meminta Anda melakukan push up 10 kali di atas lantai. Apakah menurut Anda ini adalah sesuatu yang sulit dilakukan? Tentu tidak karena Anda sudah mengerjakan hal yang lebih berat.

Begitu juga hukum yang berlaku dalam menulis. Jika Anda ingin bisa menulis 3 lembar naskah dengan cepat, maka berlatihlah untuk menulis hingga 10 lembar dalam waktu tertentu. Dijamin 3 lembar tulisan menjadi sesuatu yang enteng.

Demikian juga jika Anda ingin menulis buku dengan cepat hingga 100 lembar hanya dengan beberapa bulan. Cobalah sesekali menulis buku hingga 200 lembar dan jangka waktu tertentu. Saya bisa menjamin menulis buku dengan jumlah lembar yang lebih sedikit menjadi lebih mudah.

Jadi apa yang kami lakukan di KMB adalah merubah zona kenyamanan Anda. Beberapa bimbingan kami mengaku harus menulis hingga larut malam untuk menyelesaikan tugas yang kami berikan. Namun setelah beberapa bulan mengikuti bimbingan mereka akhirnya merasakan bagaimana pikiran dan jari-jari mereka seolah terkoneksi untuk menyelesaikan tulisan dengan cepat.

Oleh sebab itu jika Anda ingin menjadi penulis, tidak cukup dengan motivasi. Anda juga perlu menghancurkan zona nyaman Anda agar bisa menjadi penulis sejati.

Selasa, 11 Januari 2011

MEMBUAT SISTEM PENJADWALAN MENULIS


Salah satu kendala yang dihadapi penulis dalam menyelesaikan naskahnya adalah masalah mood. Banyak penulis yang mulai mengoreskan penanya pada saat ia merasa sangat bergairah. Namun ketika ia sedang bad mood ia bisa meninggalkan aktivitas penulisannya begitu saja.

Hanya saja ada penulis yang akhirnya terlanjur tidak menyelesaikan naskahnya hingga bertahun-tahun. Berawal dari kehilangan mood namun berkembang menjadi kemalasan yang berkepanjangan.

Oleh sebab itu ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk dapat memacu Anda untuk konsisten menulis.:

1.Umumnya para jurnalis mampu menulis dalam berbagai kondisi. Alasannya karena mereka harus menyelesaikan sejumlah tulisan tepat waktu. Jika mereka tidak menyelesaikan tugasnya dengan baik maka akan berdampak pada penghasilan mereka. Barangkali kita bisa menerapkan prinsip kerja para jurnalis dengan menetapkan target penyelesaian naskah. Anggaplah bahwa Anda memiliki waktu dead line, misalnya “Pada Bulan 3 Desember 2011 saya akan menyelesaikan naskah saya”.

2.Buatlah jadwal dan target mingguan Anda. Ada baiknya Anda menentukan waktu Anda menulis dan target halaman atau bab yang harus Anda tuliskan. Jadi Anda bisa menetapkan jika waktu menulis Anda adalah setiap hari Jumat malam 20.00 sd 22.00 dan Sabtu 08.00 sd 11.00. Dan Anda bisa menyusun jadwal ini dalam bentuk matriks.

3.Selain Anda perlu menentukan jadwal untuk menulis Anda juga harus menetapkan waktu Anda untuk mengumpulkan materi dan mencari aspirasi penulisan. Jadi Anda bisa memilih waktu misalnya setiap hari minggu jam 12.00 sd 14.00 adalah waktu untuk membaca buku dan mencari materi pendukung di internet atau sumber-sumber lain. Sehingga ketika Anda menulis banyak hal yang bisa Anda tuangkan.

4. Dalam menyusun target sebaiknya Anda harus mendasarkan kepada kemampuan Anda. Atau harus realistis. Namun jika Anda bisa menyelesaikan lebih cepat dari target Anda, maka Anda bisa mempersingkat waktu penyelesaian untuk naskah selanjutnya. Jika terlalu sulit meraih targetnya mungkin Anda bisa mempertimbangkan untuk menurungkan target Anda.

Dengan membuat target dan jadwal sedemikian maka Anda lebih tertuju pada apa yang ingin Anda capai. Walaupun mungkin tidak selalu dengan mudah mengalahkan mood,namun cara ini bisa membuat Anda lebih konsisten dalam menulis.

Selasa, 14 September 2010

BUKU DARI PENGALAMAN HIDUP

Pengalaman yang mungkin tidak menyenangkan namun Anda berhasil melewatinya, juga layak dituliskan menjadi sebuah buku. Seperti buku di atas, dimana saya mencoba membagikan sisi lain dari kehidupan saya untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Ini mungkin bisa jadi inspirasi bagi rekan-rekan yang ingin membagikan pengalaman hidupnya, yang mungkin tidak selalu baik, untuk bisa menjadi pelajaran berharga bagi orang lain.

Rabu, 10 Februari 2010

LANGKAH-LANGKAH SAYA MENENTUKAN TEMA DAN BAB

Saya sedang melakukan penulisan buku “ Cara Cerdik Menjadi Orang Sukses” . Dan, melalui tulisan ini saya ingin berbagi hal-hal yang saya lakukan dalam menentukan tema dan outline buku tersebut. Sehingga rekan-rekan bisa mengetahui proses awal saya lakukan menghasilkan sebuah buku.

Tentu pertanyaan pertama mengapa saya menentukan tema “ Cara Jahat Cerdik Menjadi Orang Sukses”. Jelas menjadi “sukses”, “kaya”, “sehat, “panjang umur”,” dicintai” adalah sesuatu yang diidamkan hampir kebanyakan orang. Barangkali bisa juga dikatakan sebagai kebutuhan universal.

Jadi tema tentang cara-cara meraih hal yang diingatkan tersebut dipastikan akan menarik perhatian banyak orang. Analog jika Anda kemudian membuat judul “ Cara mudah menjadi Kaya Raya”, “Rahasia menjadi Pria di Cintai Cewek-Cewek”

Namun tema tentang meraih kesuksesan sudah dipastikan sudah banyak diterbitkan. Tentu saya berusaha membuat hal yang unik. Apakah itu?

Maka saya coba mengeksplorasi cara-cara yang tidak biasa untuk meraih kesuksesan. Yang biasanya bersifat rahasia, atau off the record. Hal ini kemudian saya ungkapkan dalam tema buku yang akan saya tulis Cara Jahat Cerdik. Saya menghapus kata jahat untuk menunjukkan bahwa cara ini agak sedikit menyerempet atau agar mendekati sesuatu yang nakal namun masih dapat diterima.

Orang yang kaya dengan mencuri milik orang lain tentu adalah tindakan yang pure jahat. Namun orang yang sukses dengan cara mendekati seorang sukses, dengan sedikit rajin puji-memuji, akhirnya si orang sukses membagikan ilmunya. Nah, pertanyaannya apakah cara ini sepenuhnya ilegal?

Setelah menentukan tema, saya kemudian memikirikan hal apa yang akan saya bagikan. Bab-bab awal tentu bertujuan untuk memberikan konteks terhadap hal yang akan saya bahas. Misalnya apakah itu sukses? Apa itu maksudnya cara yang cerdik?

Namun sebelum itu semua pada bab pendahuluan saya menjelaskan apa menariknya topik yang akan di bahas di bab sebelumnya. Sehingga pembaca mendapatkan pemahaman akan hal yang akan dibahas selanjutnya dan apa manfaat bagi dirinya.

Untuk menentukan bab selanjutnya, saya kemudian menjaring ide tentang trik apa saja yang saya kategorikan sebagai cerdik, misalnya

Mendekatkan diri Dengan orang Sukses,
Dapatkan data-data rahasia,
Biarkan orang lain berbicara Anda curi ilmunya,
Penampilan harus menarik
Tiru Gaya orang Sukses
Foto Copy semua buku diperpusatakaan
Dekat anak pejabat

Kemudian pilih ide yang relevan kemudian jadikan sebagai judul bab. Selanjutnya ide tersebut saya susun menjadi outline runut dan sedikit diubah menjadi lebih populer. Maka jika digabung dengan bab awal maka akan diperoleh outline

1. Pendahuluan
2. What’s the meaning of success??
3. Cara Cerdik vs Cara jahat
4. Awali dengan Penampilan yang Meyakinkan
5. Ada orang Sukses, Dekatkan diri Anda!!!
6. Biarkan orang lain bicara tentang Dirinya...Curi Ilmunya
7. Dapatkan data atau informasi dengan cara apapun
8. Bekerjalah dengan banyak orang, tampil culun,dapatkan pengelaman
9. Penutup


Tidak lupa saya tambahkan penutup bagian akhir bab, untuk memberikan resume hal apa yang saya sampaikan pada bab sebelumnya. Selanjutnya adalah menuliskan bab per bab.

Nah, jadi rekan-rekan bisa melihat bagaimana saya menentukan tema dan membuat outline. Tidak sulit bukan? Jadi Anda pun bisa melakukan hal yang sama untuk membuat karya Anda sendiri.

Senin, 25 Mei 2009

MEMILIH TOPIK YANG MENARIK UNTUK BUKU

Ada banyak topik dan judul tulisan yang bisa Anda buat, namun ketika Anda ingin membuat buku yang bakal diterima oleh penerbit dan bakal dibaca oleh banyak orang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan topik.

Namun sebelum kita membahas hal tersebut, tentunya perlu disadari bahwa penerbit adalah usaha komersial. Kecuali beberapa penerbit yang memang memiliki misi khusus, seperti penyebaran pemikiran atau ideologi tertentu, maupun menyediakan buku-buku rohani . Namun secara umum orientasi penerbit menjalankan usahanya adalah engejar keuntungan.

Sehingga pasar menjadi salah satu landasan penerbit untuk menerima atau menolak sebuah naskah. Kalau naskah ini dicetak, apakah akan dibeli banyak orang? Menarikkah ini? Siapakah yang bakal membaca? Dsb. Maka naskah yang menarik bagi penerbit biasanya memiliki topik yang diperkirakan akan banyak menarik pembaca dan memiliki target pembaca yang luas.

Jadi bisa saja naskah yang ditawarkan berbobot dan mendalam, misalnya tentang pengobatan TBC. Namun bahasa dan istilah yang digunakan sulit dipahami orang awam, kecuali orang-orang tertentu di bidang medis yang mengeluti tentang paru-paru. Maka buku demikian akan agak sulit diterima oleh penerbit karena akan sedikit pembacanya.

Namun berbeda dengan buku tentang penyakit TBC yang bersifat praktis. Berisikan tentang pengenalan penyakit TBC, tata cara pencegahannya, dan kiat penyembuhannya. Buku ini bakal menarik banyak pembaca karena setiap orang di Indonesia memiliki peluang terkena penyakit TBC.

Oleh sebab itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan topik untuk penulisan buku:

Pertama. pilihah topik yang menyangkut masalah yang tengah dihadapi masyarakat luas. Misalnya, ketika masyarakat saat ini sedang kesulitan mendapatkan bahan bakar murah maka dengan membuat buku tentang ”bahan bakar alternatif murah untuk rumah tangga” akan menarik banyak pembaca.

Kedua, pilihlah topik yang bersifat how to?. Jadi ketika Anda memilih untuk menulis tentang bahan bakar alternatif, maka isinya sebagainya tidak hanya tentang apa itu bahan bakar murah, namun juga bagaimana membuatnya untuk skala rumah tangga. Karena ketika diberbicara panjang lebar tentang bahan bakar alternatif tapi nyatanya sulit untuk diterapkan maka buku Anda bakal kehilangan daya tariknya.

Ketiga, kalaupun tidak bersifat praktis, pilihlah topik yang terkait orang-orang ternama atau peristiwa yang jadi sedang hot dan menjadi perbincangan. Usahakan apa yang Anda ulas adalah sesuatu yang spektakuler yang belum pernah diulas sebelumnya. Seperti menjelang pelantikan Barack Obama, di Indonesia terjadi demam Obama. Apalagi ia sempat tinggal di Jakarta. Maka buku yang berjudul “ Masa Kecil Obama di Menteng” , bakal menarik banyak orang untuk membaca. Apalagi jika yang diangkat adalah hal yang bertolak belakang dengan persepsi masyarakat kebanyakan. Misalnya “Obama: si Bodoh yang menjadi Presiden”. Tentu topik ini menarik karena dalam pandangan kebanyakan orang yang menjadi presiden Amerika Serikat adalah orang pintar.

Jadi ketika Anda ingin menetukan topik, yang harus Anda pertimbangkan siapakah yang kemudian yang akan menjadi target pembaca Anda. Jika relatif banyak tentunya akan besar peluang naskah anda bakal diterima penerbit. Dan ketika akan dituliskan sebisa mungkin menggunakan bahasa yang bisa dipahami orang yang awal.

Namun penting juga diperhatikan bahwa naskah yang dikirim harus sesuai dengan karakteristik penerbit. Karena sebagus apapun topik yang dipilih, misalnya tentang pemeliharaan tanaman hias, tapi kemudian dikirimkan ke penerbit yang mengulas tentang pertanian organik maka naskah tersebut akan kecil kemungkinan untuk diterima.