;
Tampilkan postingan dengan label buku how to. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku how to. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 April 2011

CARA MUDAH MENULIS BUKU HOW TO


Buku-buku how to saat ini cukup diminati penerbit. Pasalnya karena menyajikan hal-hal yang praktis, relatif mempu menjaring banyak pembaca.

Ada banyak buku-buku how to yang bisa Anda tuliskan. Mulai dari hal-hal yang kompleks seperti bagaimana cara menggunakan java script hingga hal-hal yang sederhana “mempersiapkan pernikahan”. Intinya, informasi yang Anda sajika dibutuhkan banyak orang.

Jika Anda tertarik menulis buku how to tentu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimanakah cara termudah menyusun buku how to?

Saran terbaik yang bisa Anda jalankan, menurut saya adalah, langsunglah menulis bagian prosedur. Jika Anda ingin menulis cara membuat blog. Tuliskan dan ceritakan dengan detail bagaimana Anda membuat blog, mulai dari pendaftaran hingga aplikasi.

Jika tangan Anda belum bisa dengan lancar mengikuti alur ide-ide yang muncul dalam pikiran Anda, maka Anda bisa merekam tahapan-tahapan yang Anda sampaikan secara verbal. Setelah itu tuliskan hasil rekaman itu.

Dijamin Anda akan lancar menuliskannya karena ini adalah sesuatu yang bersumber dari pengalaman Anda. Setelah itu tulislah bagian-bagian lain yang mungkin menjadi bab tersendiri dalam buku Anda. Misalnya manfaat membuat blog, atau kisah orang yang sukses berbisnis melalui blog.

Teori yang bisa Anda pahami dari menulis bagian prosedur adalah Anda akan lebih mudah menuliskan sesuatu yang bersumber dari pengalaman Anda. Daripada menulis sesuatu yang masih membutuhkan pemikiran Anda.

Minggu, 16 Januari 2011

MENJADI PENULIS MEMBUTUHKAN KERJA KERAS


Banyak orang yang bertanya-tanya, bagaimana saya bisa menerbitkan 10 buku, 3 buku bimbingan plus 6 naskan yang akan terbit dalam waktu 2 tahun. “ Ajaib sekali”, komentar dari salah satu teman saya.

Mungkin Anda juga bepikiran demikian. Namun Anda mungkin tidak mengetahui bahwa untuk mewujudkan itu saya membutuhkan waktu lebih dari 3 tahun belajar menulis secara intensif.

Sepanjang waktu itu saya selalu mencoba membuat tulisan min satu lembar tentang apa saja. Selama proses itu saya bisa melihat bagaimana kemampuan menulis saya berkembang.

Sehingga ketika saya memutuskan untuk mulai menuliskan buku saya sejak 2 tahun yang lalu, maka saya sudah memiliki modal yang cukup untuk mewujudkannya.

Oleh sebab itu untuk bisa menjadi penulis buku Anda harus mempersiapkan diri Anda dengan cara berlatih dan berlatih. Ketika waktunya tiba Anda akan bisa melangkah menjadi seorang penulis handal dengan cara mudah.

Kamis, 04 November 2010

MENGAPA DAN BAGAIMANA SAYA MENULIS "TENTANG PERSONAL BRAND"


Anda ingin tahu bagaimana saya memutuskan akan menulis sebuah tema? Sekedar info, hampir seluruh tema yang saya pilih, melalu cara-cara tertentu, sukses menembus penerbit.

Mau tahu rahasianya?

Well,saya coba mengulas bagaimana saya akhirnya memutuskan menulis naskah dengan judul/tema" Cara Cerdik Membangun Personal Brand"

Tentu Anda perlu tahu mengapa saya berani memilih tema ini? Alasannya karena saya memiliki pengalaman membangun dan mempromosikan personal brand dari orang-orang yang saat ini berhasil meraih sukses. Sekaligus membuktikan jika strategi yang saya jalankan berhasil. Jadi saya memiliki sesuatu pengetahuan berdasarkan pengalaman yang layak saya tuliskan .

Apa bagusnya memilih tema ini? Jelas ini adalah tema yang menarik karena bakal dibutuhkan banyak orang. Coba saya bukitkan. Kira-kira " apakah Anda ingin melepaskan informasi, cara atau trik membangun personal brand untuk meloncatkan karir Anda?"

Saya perkirakan yang bakal berminat membaca buku ini akan sangat luas. Para pencari kerja, karyawan yang sudah bekerja, atau para eksekutif, barangkali termasuk Anda. Atau orang-orang yang ingin meraih kesuksesan melalui personal brand. Jika saya perkirakan jumlah mereka lebih dari 1 juta orang, apakah saya terlalu berlebihan?

Apa daya tarik yang akan saya bagikan dari naskah ini kelak?
1. Saya membagikan trik-trik unik didasarkan pengalaman saya. Dan it works
2. Tema seperti ini masih jarang dijumpai di toko-toko buku
3. Menggunakan bahasa populer, dilengkapi banyak ilustrasi untuk memudahkan pembaca menangkap pesan saya
4. Saya menjelaskan secara detail, dan praktis.

Apa yang saya lakukan untuk memperkaya penulisan dari tema di atas?
1. Membaca buku tentang brand, personal selling
2. Membaca jurnal untuk mengetahui hasil-hasil research terkait dengan pemasaran, branding atau personal selling.
3. Menyaksikan video-video seminar tentang personal branding yang saya lihat di youtube

Minggu, 28 Maret 2010

Buku Menarik "Panduan Praktis Memelihara Koi"


Setidaknya ada manfaat yang bisa didapatkan dari memelihara koi. Pertama, untuk hiburan. Memandangi koi berenang ke sana kemari, mendengar kecipak air kolam membuat stres hilang. Kedua, mendatangkan keuntungan ekomoni, khususnya bagi hobiis yang mampu memijahkan koi atau ikut kompetisi. Buku ini hadir menjadi solusi Anda karena memuat segala hal mengenai pemeliharaan koi yang perlu diketahui. Buku ini dapat diperoleh di toko buku Gramedia, Gunung Agung dan toko-toko buku lainnya.

Sabtu, 27 Maret 2010

BUKU KAMU KOK NGGAK BERMUTU???


“Buku kamu kok, dangkal ya? Kalau isinya cuma gitu-gitu aja aku juga bisa buatnya”, kritik Budi kepada temannya terhadap bukunya yang baru saja terbit, yang berjudul“ Kiat Merawat Komputer”. Komentar itu sontak sang sahabat “terdiam”, dan mendadak ikut-ikutan ragu dengan kualitas bukunya tersebut.

Hanya saja, sampai saat ini si Budi, yang memberikan komentar tersebut , belum pernah menerbitkan buku yang “gitu-gitu aja”. Termasuk juga buku “yang tidak gitu-gitu aja” (yang tidak dangkal).

Buku Untuk Pencerahan
Salah satu fungsi buku adalah memberikan pencerahan. Memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi orang banyak. Namun layakkah buku yang bersifat “ mendalam dan njelimet” dianggap mencerahkan jika yang paham dengan isinya tidak lebih dari 2 orang di seluruh Indonesia.

Saya harus mengapresiasi penulis yang rela membagikan pengetahuannya yang bersifat sederhana semacam “kiat-kiat praktis” kepada masyarakat awam. Pasalnya target pembaca dari buku-buku bergenre demikian bisa mencapai ribuan bahkan ratusan orang.

Buku semacam “ Kiat Mempelajari Internet” barangkali telah menjadikan ratusan orang yang tadinya tidak paham internet menjadi paham. Bahkan mungkin ada dari mereka yang kemudian memanfaatkan jaringan tanpa batas tersebut untuk mencari pekerjaan atau berbisnis secara online.

Demikian juga buku praktis seperti “Rahasia Merawat Kesehatan Anak””Trik Mencari Kerja”. Saya jamin banyak orang yang memperoleh manfaat dari buku-buku demikian.

Ada saja seorang penulis yang lebih memilih menulis buku “ Integrasi Sistem Networking dengan Sistem Satelit” atau buku-buku yang siap membuat kening Anda berkerut ketika membaca.

Tentu tidak salah!!Namun menjadi salah jika kemudian ia memuji diri dengan mengatakan “ Buku seperti ini harusnya ada dipasaran dan bukan buku-buku kebanyakan tidak berbobot dan dangkal”.

Cuma kita hitung berapa orang yang bakal membaca buku memusingkan tersebut? Mungkin hanya segelitir orang dan barangkali terkesan elitis karena yang bakal membaca adalah yang “segolongan dengan si penulis”. Seolah-olah “buku ini hanya dibaca untuk kalangan sendiri”.

Tentang Tanggung Jawab Moral
Oleh sebab itu meskipun pengetahuan Anda cukup canggih tidak ada salahnya membagikan pengetahuan yang simple dan dibutuhkan ratusan, ratuan bahkan jutaan orang, dibandingkan menuliskan buku yang “super eksklusif” yang hanya dibaca segelintir orang.

Bisa saja si penulis beranggapan, semakin banyak orang yang tidak memahami bukunya maka semakin hebatlah dia. “ Anda tidak bisa mengimbangi saya soal pengetahuan”. Tentu motivasi demikian hanyalah untuk memuaskan ego.

Anda harus membagikan pengetahuan Anda. Karena Anda memiliki tanggung jawab moral. Bahwa apa yang Anda ketahui bukan ciptaan Anda sendiri. Merupakan warisan orang-orang pendahulu Anda dan juga menjadi hak orang lain untuk memilikinya.

Jadi dengan membagikan pengetahuan yang sederhana, praktis dan mudah dihapami, Anda telah berkontribusi mencerdaskan ratusan atau jutaan pembaca Anda. Membuat mereka yang tidak tahu tentang sesuatu hal sebelumnya menjadi tahu.

Oleh sebab itu menulis buku yang sederhana dan praktis adalah sesuatu yang harus juga dilakukan setiap orang yang memiliki orang yang berpengetahuan. Tentu saya bukan bermaksud mengatakan bahwa menulis buku yang mendalam adalah tidak bermoral dan tidak diperbolehkan. Setiap penulis memiliki hasrat untuk menciptakan sesuatu yang baginya adalah maha karya yang berisikan pengetahuan dan pemikiran terbaiknya. Namun sebagai sebuah tanggung jawab moral Anda juga harus rela menuliskan sesuatu yang berguna bagi masyarakat luas.

Pasalnya disana ada begitu banyak orang yang membutuhkan ilmu Anda, namun mereka ingin dapat memahami dalam batas-batas ketidaktahuannya. Maka mereka berharap ada saja orang yang mau membagikan hal-hal yang dibutuhkannya sesuai tingkat kebutuhan dan kemampuannya..